Peringatan Baru WHO, 'Disease X' terkait Infeksi Jamur Bisa Jadi Next Pandemi

ADVERTISEMENT

Peringatan Baru WHO, 'Disease X' terkait Infeksi Jamur Bisa Jadi Next Pandemi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 29 Okt 2022 09:34 WIB
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology.
Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut risiko kematian akibat infeksi jamur ditemukan semakin meningkat. Hal ini berkaitan dengan banyaknya laporan pasien yang semakin 'kebal' dengan pengobatan, termasuk antibiotik.

WHO merilis 19 jamur yang berisiko, mulai dari prioritas kritis hingga sedang. Dari empat yang termasuk dalam kategori kritis, patogen bernama cryptococcus neoformans tercatat sebagai ancaman besar.

Dikutip dari Daily Star, patogen yang mematikan dapat hidup di tanah dan kayu hingga memiliki tingkat kematian antara 41 dan 61 persen. Bisa menyebabkan penyakit seperti pneumonia sehingga muncul gejala batuk, sesak napas, sakit dada, hingga demam.

Menurut Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), infeksi ini bisa juga menyebar dari paru ke otak yang ditandai dengan keluhan sakit kepala, demam, mual, kebingungan atau perubahan perilaku.

"Muncul dari bayang-bayang pandemi resistensi antimikroba bakteri, infeksi jamur tumbuh, dan semakin resisten terhadap pengobatan, menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia," kata Dr Hanan Balkhy, Asisten Direktur Jenderal WHO, Antimicrobial Resistance (AMR) dalam keterangan tertulis WHO.

Selanjutnya, yang dijuluki sebagai ancaman kritis oleh para ilmuwan adalah ragi candida auris, yang dikatakan memiliki potensi wabah yang tinggi dan telah menginfeksi beberapa pasien di rumah sakit.

Ini memiliki tingkat kematian antara 29 dan 53 persen dan resisten terhadap sebagian besar obat antijamur yang tersedia. Urutan ketiga dalam daftar kritis adalah aspergillus fumigatus, jamur yang dapat terhirup sebelum menyebar ke otak dan berpotensi membunuh korbannya.



Simak Video "300 Ilmuwan Teliti Penyakit Berpotensi Jadi Pandemi, Termasuk 'Disease X'"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT