6 Tanda-tanda Stroke, Kerap Terabaikan Padahal Bisa Cegah Kematian

ADVERTISEMENT

Hari Stroke Sedunia

6 Tanda-tanda Stroke, Kerap Terabaikan Padahal Bisa Cegah Kematian

Fadilla Namira - detikHealth
Sabtu, 29 Okt 2022 13:07 WIB
asian chinese female physical therapist helping senior man walking in public park with crutch
Tanda-tanda stroke (Foto: Getty Images/iStockphoto/ Edwin Tan)
Jakarta -

Stroke adalah penyakit dengan angka mortalitas dan penyebab kecacatan tertinggi di dunia. Mirisnya, ahli medis mengungkapkan bahwa satu dari empat orang akan mengalami stroke dalam kurun waktu kehidupannya. Oleh karena itu, sadari sesegera mungkin keberadaan tanda-tanda stroke.

Kemunculan penyakit kardiovaskular ini berawal dari pecahnya sumbatan pembuluh darah di otak sehingga separuh jaringan organ tersebut mati karena tidak mendapatkan aliran darah dan kadar oksigen cukup. Jika tidak ditangani dengan tepat, pengidap stroke akan memiliki kecacatan fisik dan kelainan neurologis yang sulit untuk disembuhkan.

Tingginya angka stroke di Indonesia biasanya disebabkan oleh hipertensi, diabetes, dan obesitas. Berdasarkan penyebab tersebut, gaya hidup tidak sehat dan jarang berolahraga adalah sumber pemicu stroke. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, 33,5 persen masyarakat kurang beraktivitas fisik. Bahkan, 95,5 persen penduduk di atas usia 10 tahun kurang mengonsumsi buah dan sayur.

Berdasarkan penelitian medis, keterlambatan satu menit dalam penanganan stroke dapat merusak 1,9 juta sel otak dan 14 miliar sinaps (jaringan antar sel saraf). Hal ini setara dengan mempercepat waktu penuaan dini sebanyak 3,1 minggu. Jadi, bisa dibayangkan betapa fatalnya penyakit ini bila didiamkan terlalu lama

Tanda-tanda Stroke

Dikutip dari laman resmi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (P2PTM Kemenkes) RI, 80 persen masyarakat Indonesia tidak mengetahui tanda-tanda stroke. Pada akhirnya, hal inilah yang menyebabkan kematian akibat stroke kian melonjak tajam. Atas inisiatif pemerintah, terbentuklah slogan mudah terkait tanda-tanda stroke bernama 'SEGERA KE RS' dengan rincian sebagai berikut:

1. Senyum Tidak Simetris

Bila tidak simetris, salah satu posisi ujung mulut terlihat naik saat tersenyum. Secara tidak sadar, kondisi ini membuat pengidapnya tidak nyaman karena kesulitan untuk meminum air dan tak jarang menyebabkan tersedak.

2. Gerak Tubuh Melemah

Salah satu tanda khas dari stroke adalah separuh gerak anggota tubuh melemah secara mendadak. Hal ini tentu ada kaitannya dengan kematian saraf motorik di area otak tertentu atau sumsum tulang belakang.

3. Kesulitan Bicara

Kelumpuhan saraf juga menyebabkan pengidapnya kesulitan untuk berkomunikasi secara verbal. Hal ini meliputi kesulitan berbicara dengan jelas atau bicara pelo, tidak mengerti kata-kata lawan bicara, dan mengeluarkan kata-kata yang tidak nyambung.

4. Kebas

Kebas atau kesemutan separuh badan merupakan tanda lain dari stroke. Dikutip dari WebMD, kesemutan merupakan tanda kerusakan saraf atau neuropati perifer yang mempengaruhi kinerja saraf otak dan sumsum tulang belakang.

5. Rabun

Seperti diketahui saraf mata dan otak saling terhubung satu sama lain. Oleh karenanya, saraf otak yang tersumbat dapat menyebabkan pandangan salah satu mata kabur dengan tiba-tiba. Meski begitu, kondisi ini dapat terjadi karena faktor lain, seperti diabetes atau iritasi mata.

6. Sakit Kepala

Sakit kepala hebat dan kerap muncul mendadak bisa menjadi peringatan untuk seseorang yang terduga mengidap stroke. Akibatnya, fungsi keseimbangan mengalami penurunan sehingga pandangan terasa berputar dan gerak tubuh sukar dikoordinasikan.

Selain keenam tanda tersebut, curigai pula kondisi berikut ini dikutip dari National Health Service (NHS):

  • Kelumpuhan total pada 1 sisi tubuh.
  • Kebingungan.
  • Kesulitan menelan (disfagia).
  • Penurunan kesadaran.

Tanda-tanda stroke bukanlah hal yang dapat disepelekan. Bila hal ini dialami oleh seseorang, laporkan secepat mungkin layanan medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Jangan biarkan tanda-tandanya berlangsung lebih dari tiga jam guna mencegah kondisi yang lebih berat atau komplikasi serius.



Simak Video "RS PON Ajak Masyarakat Jalan Sehat dalam Memperingati World Stroke Day"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT