Lagi Viral 'Hasil Tes Otak', Memang Apa Bedanya Versi Kanan dan Kiri?

ADVERTISEMENT

Lagi Viral 'Hasil Tes Otak', Memang Apa Bedanya Versi Kanan dan Kiri?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 29 Okt 2022 15:33 WIB
Vital procedure. Beautiful dark-haired woman lying on an examination table and undergoing electroencephalography while her doctor examining CT results
Hasil tes otak viral di medsos (Foto: iStock)
Jakarta -

'Hasil tes otak' tengah jadi trending topic di Twitter. Rupanya, itu berkaitan dengan menentukan bagian otak mana yang lebih dominan pada seseorang, kiri atau kanan.

Banyak netizen melakukan tes mandiri dengan hanya mengklik link tes otak yang beredar, hasilnya tentu beragam. Di luar valid atau tidaknya hasil tes, memang apa sih bedanya otak kiri dan kanan?

Apa yang terjadi jika otak disebut lebih dominan bekerja di bagian kiri?

Dikutip dari Healthline, teorinya adalah, ketika otak kiri lebih dominan, seseorang disebut memiliki pemikiran analitis dan metodis. Sementara bagian kanan sebaliknya, dikaitkan dengan hal-hal kreatif atau artistik.

Teori ini didasarkan pada fakta kedua belahan otak berfungsi secara berbeda. Ini pertama kali terungkap 1960-an silam, berkat penelitian psikobiologis dan pemenang Hadiah Nobel Roger W. Sperry.

Otak kiri lebih verbal, analitis, dan teratur daripada otak kanan. Kadang-kadang disebut otak digital. Lebih baik dalam hal-hal seperti membaca, menulis, dan berhitung.

Menurut penelitian Sperry, otak kiri membantu seseorang dengan hal-hal seperti berikut:

  • logika
  • pengurutan
  • berpikir linier
  • matematika
  • fakta
  • berpikir dengan kata-kata

Sementara otak kanan lebih visual dan intuitif. Orang terkadang menyebutnya sebagai otak analog. Ia memiliki cara berpikir yang lebih kreatif dan kurang terorganisir.

Penelitian Sperry menunjukkan bahwa otak kanan membantu sesorang dengan:

  • imajinasi
  • pemikiran holistik
  • intuisi
  • seni
  • irama
  • isyarat nonverbal
  • visualisasi perasaan
  • melamun

Perlu dicatat, bukan berarti dalam satu waktu hanya otak kanan, atau otak kiri yang bekerja. Meskipun kedua sisi berfungsi berbeda, mereka bekerja bersama dan saling melengkapi. Seseorang tidak hanya menggunakan satu sisi otak pada satu waktu.

Saat seseorang berpikir logis atau kreatif, kedua otak sebenarnya tengah bekerja. Misalnya, orang memuji otak kiri dengan bahasa, tetapi otak kanan membantu seseorang memahami konteksnya dan nada.

Begitu juga bila otak kiri menangani persamaan matematika, tetapi otak kanan membantu dengan perbandingan dan perkiraan kasar. Sekali lagi, kepribadian, preferensi seseorang, atau gaya belajar tak lantas menunjukkan kamu adalah si otak kiri atau kanan.



Simak Video "Dialami Indra Bekti, Simak Pengertian dan Gejala Perdarahan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT