Mengenal Cardiac Arrest, Disebut Picu Korban Tewas Kerumunan Horor Itaewon

ADVERTISEMENT

Mengenal Cardiac Arrest, Disebut Picu Korban Tewas Kerumunan Horor Itaewon

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 31 Okt 2022 05:30 WIB
Jakarta -

Lebih dari 150 orang tewas dalam kerumunan horor Pesta Halloween di Itaewon, Seoul. Akibat berdesak-desakan, banyak yang mengalami sesak napas dan akhirnya tewas karena henti jantung.

Banyaknya korban berjatuhan membuat petugas kewalahan. Warga dan pengujung sampai diminta untuk membantu melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR), yakni salah satu pertolongan pertama pada henti jantung.

Apa itu henti jantung?

Dikutip dari Mayo Clinic, henti jantung atau cardiac arrest merupakan kondisi hilangnya fungsi jantung, biasanya disertai dengan hilangnya pernapasan dan kesadaran. Biasanya terjadi karena masalah kelistrikan jantung yang membuatnya berhenti memompa darah.

Kondisi ini berbeda dengan serangan jantung atau heart attack, yang lebih disebabkan oleh terhentinya aliran darah ke jantung antara lain akibat sumbatan. Meski demikian, serangan jantung bisa menjadi salah satu pemicu henti jantung.

Jika tidak segera ditangani, henti jantung bisa memicu kematian. Pertolongan paling tepat adakah sesegera mungkin membawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan cardiopulmonary resuscitation (CPR) dengan peralatan defibrillator atau kejut jantung.

Apabila memungkinkan, pertolongan pertama juga bisa diberikan dengan CPR pijat jantung. Caranya adalah dengan menekan dada pasien dengan cepat dan keras dengan hitungan 100-120 kompresi per menit.

Jika terlatih melakukan CPR, disarankan mengecek pernapasan tiap 30 kompresi. Jika tidak terlatih, cukup lakukan saja kompresi sampai tersedia defibrilator atau petugas medis.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT