Apa Itu Henti Jantung? Diduga Jadi Pemicu 154 Korban Tewas di Itaewon

ADVERTISEMENT

Apa Itu Henti Jantung? Diduga Jadi Pemicu 154 Korban Tewas di Itaewon

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Senin, 31 Okt 2022 18:32 WIB
Tragedi halloween Itaewon
Apa itu henti jantung? Diduga pemicu korban tewas dalam tragedi pesta Halloween di Itaewon, Seoul. (Foto: AP Photo/Lee Jin-man)
Jakarta -

Apa itu henti jantung belakangan santer dicari publik. Pasalnya, kondisi ini diduga menjadi pemicu ratusan orang meninggal dunia dalam tragedi malam Halloween di Itaewon, Korea Selatan.

Tragedi tersebut berawal dari warga yang memadati kawasan Itaewon menggunakan sejumlah kostum horor. Mereka sangat bersemangat lantaran ini merupakan perayaan Halloween perdana usai terhalang pandemi COVID-19 selama tiga tahun. Sampai menjelang malam, para warga semakin banyak yang berdatangan. Hingga akhirnya, sekitar pukul 22.20 waktu setempat, kondisi semakin ramai di salah satu jalan sempit yang menanjak.

Namun sejumlah orang yang berada di atas jalan terjauh hingga menimpa warga di bawahnya. Imbas dari hal tersebut, banyak warga yang langsung panik dan saling menginjak. Ratusan orang sudah terkapar di jalanan lantaran mengalami henti jantung, beberapa pengunjung dan petugas langsung melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) sebagai pertolongan pertama.

Apa Itu Henti jantung?

Dikutip dari Hopkinsmedicine, henti jantung atau dikenal cardiac arrest adalah ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Kurangnya aliran darah ke otak dan organ lain dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran, menjadi cacat, atau meninggal jika tak segera ditangani.

kondisi ini berbeda dengan serangan jantung atau heart attack, disebabkan oleh terjadinya sumbatan pada pembuluh darah koroner yang seharusnya memberi makan kepada otot jantung. Orang yang mengalami serangan jantung kemungkinan bisa mengalami henti jantung setelahnya. Sedangkan henti jantung, belum tentu disebabkan oleh serangan jantung.

Gejala Henti Jantung

Di beberapa kasus, henti jantung tidak memicu gejala sama sekali lantaran terjadi mendadak. Namun ada beberapa gejala yang mungkin muncul sebelum mengalami henti jantung, di antaranya:

  • Kelelahan
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Mual
  • Sakit dada
  • Palpitasi jantung (detak jantung cepat atau berdebar)
  • Penurunan kesadaran

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Siloam, dr Vito Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, beberapa waktu lalu sempat mengungkapkan bahwa seseorang yang mengalami henti jantung penting untuk segera melakukan resusitasi jantung atau CPR sebagai pertolongan pertama.

Penyebab Henti Jantung

Henti jantung dapat disebabkan oleh kondisi jantung, atau faktor lain yang terjadi secara tidak terduga. Berikut sejumlah penyebab henti jantung yang perlu diwaspadai:

  • Aritmia dan fibrilasi ventrikel. Aritmia terjadi ketika sinyal listrik di jantung mengalami masalah yang menyebabkan detak jantung tidak normal. Sementara fibrilasi ventrikel adalah jenis aritmia dan merupakan penyebab paling umum dari henti jantung.
  • Pembesaran jantung (kardiomiopati). Otot jantung melebar atau menebal, menyebabkan kontraksi jantung yang tidak normal.
  • Penyakit arteri koroner. Jenis penyakit jantung ini terjadi ketika arteri koroner menyempit dan menebal oleh penyumbatan plak, yang membatasi aliran darah ke jantung. Jika tidak diobati, penyakit arteri koroner dapat menyebabkan gagal jantung atau aritmia, yang keduanya dapat menyebabkan henti jantung.

Penyebab lain dari henti jantung mungkin termasuk:

  • Kehilangan darah
  • Penyakit jantung katup
  • Kekurangan oksigen
  • Tingginya kadar kalium dan magnesium (dapat menyebabkan aritmia)

Cara Melakukan CPR untuk Pasien Henti Jantung

Dijelaskan dr Vito, pertolongan pertama henti jantung bisa dilakukan dengan CPR atau resusitasi jantung paru-paru. Ia menyebut, CPR dapat memberikan peluang selamat pada korban henti jantung.

"Anda bisa menolong orang yang tiba-tiba mengalami henti jantung. Kalau ada orang yang tiba-tiba jatuh, tidak sadarkan diri, harus curiga itu henti jantung," ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (31/10/2022).

"Pijat jantung meningkatkan survival sampai 40 persen. bahkan jika dilakukan tanpa bantuan napas," katanya lagi.

Mengingat tak semua orang bisa memberikan napas buatan, dr Vito memberikan cara melakukan CPR yang benar sebagai pertolongan pertama pasien. Di antaranya, seperti:

  • Letakkan tangan di tengah dada
  • Mulai lakukan kompresi dada dengan lengan tetap lurus. pakai kekuatan bahu saat melakukan CPR
  • Lakukan pijat jantung dengan kecepatan 100-120 kali per menit dengan kedalaman 3-5 cm
  • Tetap lakukan kompresi jantung sampai bantuan datang
  • Apapun bentuk henti jantung, ketika terjadi Anda bisa menolongnya dengan cara pijat jantung luar

"Orang awam juga penting bisa melakukan CPR," ucapnya lagi.

Simak video 'Tragedi Itaewon Jadi Bencana Terburuk Korsel Sejak Tenggelamnya Sewol':

[Gambas:Video 20detik]



(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT