Fomepizole: Dosis, Indikasi, dan Efek Samping

ADVERTISEMENT

Fomepizole: Dosis, Indikasi, dan Efek Samping

Fadilla Namira - detikHealth
Rabu, 02 Nov 2022 14:45 WIB
ilustrasi suntikan
(Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Fomepizole adalah cairan antidotum atau penawar racun senyawa kimia berbahaya, seperti etilen glikol dan metanol. Ia bertugas dengan cara menghambat alkohol dehidrogenase, yaitu enzim yang meningkatkan laju reaksi oksidasi etanol menjadi asetaldehida, dan etilen glikol atau metanol menjadi metabolit toksiknya.

Obat ini bisa digunakan bersamaan dengan pasien cuci darah (hemodialisis). Namun bila seseorang memiliki riwayat gangguan ginjal dan hati, terlebih dahulu laporkan kondisinya kepada dokter agar tidak menimbulkan komplikasi atau efek buruk. Dikarenakan bentuk fomepizole berupa cairan suntikan, hanya tenaga medis yang dapat melakukan prosedurnya.

Adapun fomepizole ini adalah golongan obat resep sehingga penggunaan dosisnya tidak boleh sembarangan. Jika kadarnya melebihi batas wajar, pasien mengalami mual, pusing, dan vertigo.

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa: 10 mg/kg setiap 12 jam untuk empat dosis, kemudian ditingkatkan menjadi 15 mg/kg setiap 12 jam.

Pemberian dosis tersebut terus berlangsung hingga kadar etilen glikol atau metanol kurang dari 20 mg/100 mL. Fomepizole disuntikan melalui infus lambat selama 30 menit.

Bagi pasien gagal ginjal atau keracunan etilen glikol yang memerlukan pengobatan hemodialisis, dosis tersebut akan ditingkatkan hingga empat jam berdasarkan pemberian dosis terakhir atau waktu hemodialisis.

Interaksi Fomepizole dengan Obat Lain

  • Menurunkan kadar efektifitas dengan etanol.
  • Menghasilkan interaksi timbal balik atau saling memengaruhi dengan Karbamazepin, Fenitoin, Simetidin, dan Ketokonazol.

Perhatian Penggunaan obat

Pengidap gangguan hati, ginjal, wanita hamil, dan ibu menyusui harus berwaspada jika ingin menggunakan fomepizole. Sebaiknya laporkan terlebih dahulu kondisi kesehatan pasien kepada tenaga medis agar memicu penyakit fatal atau komplikasi lainnya.

Terlebih, fomepizole termasuk kategori C pada pedoman obat kehamilan. Artinya, belum ada penelitian secara langsung terhadap ibu hamil. Antidotum ini hanya diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada risiko buruk pada janin dengan pertimbangan yang akurat oleh dokter.

Jangan letakkan obat ini di bawah sinar matahari langsung. Simpanlah di ruangan tertutup pada suhu di bawah 25 derajat celsius.

Efek Samping dan Bahaya

Pasien yang menggunakan Fomepizole kemungkinan dapat merasakan efek samping, seperti anemia, sakit perut, muntah, demam, sakit kepala, agitasi, dan hipotensi. Segera beri tahu dokter bila kondisi tersebut muncul dan tidak sembuh dalam waktu dekat.

Bentuk Obat

  • Cairan injeksi

Simak Video 'Seberapa Manjur Obat Fomepizole Sebagai Penawar Gagal Ginjal Akut?':

[Gambas:Video 20detik]



(suc/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT