Penting! Ini Frekuensi Buang Air Kecil Anak yang Normal Sesuai Usianya

ADVERTISEMENT

Penting! Ini Frekuensi Buang Air Kecil Anak yang Normal Sesuai Usianya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 02 Nov 2022 15:00 WIB
ilustrasi anak pipis
Frekuensi buang air kecil yang normal pada anak sesuai usianya. (Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI melaporkan total sudah ada 304 kasus gagal ginjal akut misterius di Indonesia hingga Senin (31/10/2022). Sebanyak 159 orang di antaranya meninggal dunia, dan 99 kasus lain dinyatakan sembuh.

Sampai saat ini, penyebab dari gagal ginjal akut misterius diduga karena cemaran dari zat pelarut yang digunakan pada obat sirup, yakni etilen glikol (ET) dan dietilen glikol (DEG) yang kadarnya melebihi ambang batas aman. Hal ini yang membuat pemerintah melarang penggunaan obat sirup untuk sementara waktu.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat beberapa gejala khas yang bisa dialami anak saat terkena gagal ginjal akut. Misalnya seperti demam, warna urine, menurunnya volume urine, hingga berkurangnya intensitas atau frekuensi buang air kecil pada anak.

"Waspada bila anak tidak pipis atau berkemih sama sekali dalam kurun waktu 12 jam," tulis IDAI melalui unggahan di Instagram @idai_g yang dilihat detikcom, Rabu (2/11/2022).

Berikut frekuensi berkemih atau buang air kecil (BAK) normal pada anak sesuai usianya:

  • Bayi lahir usia kurang dari 32 minggu kehamilan: 20 kali dalam 24 jam
  • Bayi lahir cukup bulan: 10-20 kali dalam 24 jam
  • 6 bulan hingga 2 tahun: 10 kali dalam 24 jam
  • 5 hingga 8 tahun: 6-8 kali dalam 24 jam
  • 8 hingga 14 tahun: 6-8 kali dalam 24 jam
  • Lebih dari 14 tahun: 4-8 kali dalam 24 jam


Simak Video "WHO Selidiki Obat Sirup yang Akibatkan Gagal Ginjal Akut Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT