5 Tanda-tanda Saraf Kejepit, Nyeri Menjalar hingga Sering Kesemutan

ADVERTISEMENT

5 Tanda-tanda Saraf Kejepit, Nyeri Menjalar hingga Sering Kesemutan

Fadilla Namira - detikHealth
Selasa, 08 Nov 2022 05:00 WIB
Hand pointing on screen with X-rays of the spine. close up
Tanda-tanda saraf kejepit (Foto: iStock)
Jakarta -

Saraf kejepit merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di Indonesia. Siapa saja bisa mengalami ini. Namun, tanda-tanda saraf kejepit seringnya dialami oleh pengidap masalah sendi.

Istilah 'saraf kejepit' sebenarnya tidak ada dalam medis, namun penggunaanya sering disebut oleh orang awam untuk menunjukkan satu jenis kerusakan atau cedera pada saraf. Kondisi ini terjadi ketika ada tekanan (kompresi) area sekitar jaringan sistem saraf, baik di tulang, tendon, maupun otot. Sejumlah kondisi lain juga menyebabkan jaringan saraf terjepit, misalnya rheumatoid (radang sendi), stres, aktivitas fisik yang berat, dan obesitas.

Jika saraf terjepit hanya dalam waktu singkat, biasanya tidak ada kerusakan permanen. Setelah tekanan berkurang, fungsi saraf akan kembali normal. Namun, jika tekanan tidak kunjung mereda, nantinya bisa berpotensi nyeri kronis dan kerusakan saraf.

Tanda-tanda Saraf Kejepit

Tanda-tanda kejepit kerap dikaitkan dengan nyeri di tulang belakang bagian bawah yang menjalar ke kaki karena tekanan pada akar saraf. Begitu juga dengan saraf terjepit di pergelangan tangan yang menimbulkan mati rasa di sekujur tangan dan jari (carpal tunnel syndrome). Dikutip dari Central New York Brain and Spine Neurosurgery, tanda-tanda saraf kejepit diidentifikasi bila seseorang mengalami kondisi berikut ini:

1. Nyeri Terpusat

Tanda paling umum dari saraf terjepit adalah nyeri yang terfokus ke satu bagian. Rasa tidak nyaman ini bisa hilang lalu timbul, namun berulang terus hingga beberapa hari.

2. Nyeri Menjalar

Nyeri yang tidak cepat ditangani akan menjalar ke bagian tubuh lain. Pengidapnya akan merasakan sakit yang menusuk di sepanjang bagian tubuh tertentu, misalnya dimulai dari pangkal paha kemudian menyebar ke ujung jari kaki. Tak jarang kondisi ini dapat mengganggu aktivitas atau pekerjaan pengidapnya.

3. Mati Rasa

Kompresi saraf juga mematikan 'jalur komunikasi' antara organ tertentu dan otak. Akibatnya, seseorang sulit merespons rangsangan pada otot di bagian tubuh yang terkena saraf terjepit karena mati rasa.

4. Lemah Otot

Kelemahan otot merupakan efek yang ditimbulkan dari saraf yang rusak. Kondisi ini bisa memengaruhi sistem sensorik atau menurunkan kemampuannya dalam hal sederhana, seperti memegang benda tertentu, menulis, dan berjalan.

5. Kesemutan

Setiap orang pasti pernah mengalami kesemutan, terutama saat ketindihan beban. Namun bagi pengidap saraf terjepit, rasanya kian tajam layaknya tertusuk jarum atau duri tajam di area tersebut. Kondisi ini umumnya terjadi kaki dan tangan.

Tanda-tanda saraf kejepit bisa direda asalkan pengidapnya melakukan pencegahan yang konsisten. Pencegahan tersebut berupa latihan kekuatan dan fleksibilitas, pertahankan berat badan ideal, istirahat yang cukup dengan pertahankan posisi yang benar, serta jangan biasakan menyilang kaki saat duduk.

Bila kondisinya semakin mengkhawatirkan, segera pergi ke layanan medis terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan diagnosis yang tepat. Dokter biasanya akan menganjurkan pasien saraf kejepit untuk bedah saraf atau terapi fisik sembari meresepkan obat penghilang rasa sakit.



Simak Video "Hanung Bramantyo Gelontorkan Rp 200 Juta untuk Operasi Saraf Kejepit "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT