Beda dari Kemenkes, DKI Kok Masih 'Melarang' Obat Sirup? Ini Kata BGS

ADVERTISEMENT

Beda dari Kemenkes, DKI Kok Masih 'Melarang' Obat Sirup? Ini Kata BGS

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 08 Nov 2022 13:30 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau warga untuk menyetop sementara penggunaan obat sirup anak di tengah kasus gagal ginjal akut misterius. Menurut Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Ngabila Salama, MKM, arahan tersebut mengacu pada larangan Kementerian Kesehatan RI terdahulu yang dikeluarkan 18 Oktober 2022.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut bakal ada kebijakan baru terkait obat sirup yang diperbolehkan Kemenkes RI menyusul temuan BPOM RI soal 69 obat sirup produksi tiga perusahaan farmasi yang ditarik peredarannya. Namun, menurut Menkes, apa yang dilakukan Dinkes DKI adalah langkah konservatif.

"Memang DKI mengambil langkah yang lebih konservatif, untuk melarang yang obat ginjal itu," kata dia saat ditemui di Menara Bank Mega, Selasa (8/11/2022).

"Yang melarang ya obat sirup itu, tapi kita ya sekarang sudah koordinasi sama BPOM setiap hari, jadi nanti kita rapikan lah sama BPOM dan dicek. Kemarin kan kita sudah ngeluarin surat supaya lebih sama," terang Menkes.

Terpisah, dr Ngabila menyebut penyetopan sementara obat sirup berkaitan dengan masih dilaporkannya korban gagal ginjal akut misterius. Imbauan serupa juga disampaikan langsung dalam laman akun Instagram @dinkesdki.

Mengacu pada SE No.SR.01.05/III/3461/2022. "Setop konsumsi obat sirup sementara waktu," demikian pesan Dinkes DKI.



Simak Video "Gagal Ginjal Muncul Lagi di DKI, Obat yang Dikonsumsi Pasien Ditarik!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT