Setelah India, Kasus TBC RI Kembali Tertinggi Kedua di Dunia!

ADVERTISEMENT

Setelah India, Kasus TBC RI Kembali Tertinggi Kedua di Dunia!

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sabtu, 12 Nov 2022 13:01 WIB
3D illustration. Genetic test in test tube.
Ilustrasi penyakit menular (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Penyakit menular masih menjadi sorotan pemerintah. Selain COVID-19, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes RI, dr Imran Pambudi, MPHM, menyebut, ada sejumlah penyakit menular lainnya yang masih menjadi permasalahan cukup tinggi di RI lantaran angka kematiannya tinggi. Adapun penyakit tersebut salah satunya adalah tuberkulosis atau TBC.

"Tuberkulosis itu insidennya di Indonesia sekarang meningkat, dari 824 ribu kasus pada tahun 2020, 2021 menjadi 969 ribu kasus per tahun. Dan Indonesia sudah menjadi ranking kedua kembali setelah India dalam jumlah kasus tuberkulosis," ucapnya saat webinar, Sabtu (12/11/2022).

Selain TBC, Imran mengungkapkan penyakit menular demam berdarah juga belakangan menghantui Indonesia. Pasalnya, penyakit ini kerap muncul pada musim hujan, kondisi cuaca yang terjadi di Indonesia saat ini.

"Kemudian permasalahan hepatitis, ini menjadi permasalahan juga. Hepatitis itu ada A, B, ada C, apabila terkait hygiene itu hepatitis A yang biasanya orang-orang menjadi kuning. Kalau hepatitis B dan C, dia tidak membuat kuning tetapi membuat penyakit sirosis atau kanker hati," ucapnya lagi.

Begitu juga dengan penyakit malaria yang juga dirasakan di sejumlah daerah bagian Timur. Imran menyebut penyakit malaria sampai saat ini masih harus ditangani.

"Kemudian penyakit-penyakit prevalensinya tidak setinggi penyakit lainnya, seperti kusta, leptospirosis yang sekarang sempat berhubungan dengan Accute Kidney Injury (AKI)," sambungnya lagi.

Karenanya, ia mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi mencegah risiko penularan dari sejumlah penyakit.



Simak Video "Dampak Pemanasan Global Terhadap Munculnya Penyakit Menular Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT