Sering Terjadi, Begini Cara Penanganan Cedera Lutut yang Benar

ADVERTISEMENT

Sering Terjadi, Begini Cara Penanganan Cedera Lutut yang Benar

Sponsored - detikHealth
Senin, 14 Nov 2022 17:33 WIB
Ilustrasi Cedera Lutut
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Salah satu cedera olahraga (sport injury) yang paling umum terjadi adalah cedera lutut. Ini adalah kondisi kerusakan atau adanya robekan yang terjadi pada ligamen lutut anterior.

Pada umumnya, penderita yang mengalami cedera lutut akan merasakan rasa nyeri, memar, atau bengkak pada lututnya.

Sebagai informasi, lutut memiliki 4 urat yang berperan terhadap kestabilan sendi. Dari keempat ligamen tersebut, yang paling rentan mengalami cedera adalah ACL atau Anterior Cruciate Ligament

Fungsi ACL membantu menjaga stabilitas rotasi lutut dan mencegah tibia (tulang kering) bergeser di depan tulang paha. Cedera ACL termasuk salah satu jenis cedera lutut paling umum dan sekitar 40% dari semua cedera ini disebabkan oleh olahraga.

"Cedera olahraga yang paling banyak kami tangani adalah cedera ACL. Ligamen adalah jaringan ikat yang membuat kestabilan pada sendi. Pada lutut ada 4 urat yang berperan terhadap kestabilan sendi. Dari keempat ligamen tersebut yang paling rentan mengalami cedera adalah ACL. Semua pelaku olahraga yang mengandalkan kelincahan kecepatan bisa mengalami kondisi ini. ACL sangat rentan mengalami cedera," jelas Dokter Ortopedi di Mayapada Hospital dr. Sapto Adji Harjosworo, Sp.OT (K) dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, bentuk cedera yang dialami pasien umumnya mengalami putus bagian urat. Urat pada lutut terpuntir sehingga menyebabkan nyeri.

"Paha berpuntir ke luar, sementara tungkai bawah kita bergerak ke dalam, sehingga memutuskan urat tersebut. Sama seperti ketika turun tangga, tak menyadari dua anak tangga yang belum dilangkah, terjatuh dan menumpu. Begitu dia putus, ligamen seperti bunyi dan terputus," tuturnya.

"Bisa sampai robek sebagian, atau sampai putus total. Jadi tergantung memang dari seberapa parah, kalau hanya ketarik aja, bisa melanjutkan permainan. Tapi kalau sudah robek atau putus sebagian akan sulit," sambungnya.

Penyebabnya Cedera

Kurangnya pemanasan sebelum berolahraga sering dianggap sebagai faktor yang menyebabkan seseorang mengalami cedera. Namun menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari Mayapada Hospital dr. Taufan Favian Reyhan, Sp.KO, pemanasan bukanlah pemicu utama.

"Bicara cedera ACL, bicara multifaktor. Pemanasan dijadikan pencetus kesalahan, padahal ada faktor lainnya," ungkapnya.

Faktor internal misalnya bisa karena berat badan, teknik main atau olahraga yang salah, hingga kelelahan, atau otot tak seimbang. Sedangkan faktor eksternal, misalnya suasana bermain terlalu bersemangat dengan adrenalin yang meningkat sehingga atlet terlalu memaksa saat berolahraga. Selain itu, kondisi lapangan kurang bagus, berlubang, lengket, hingga sepatu olahraga yang tak cocok.

"Faktor pertandingan itu sendiri, semakin sering terpapar juga bisa memicu," sebut Taufan.

Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Menurut Taufan, untuk pertolongan pertama biasanya bisa melakukan hal sederhana seperti istirahat hingga kompres es batu. Selanjutnya, atlet atau seseorang yang mengalami cedera harus dibantu tim medis.

Namun ketika pertolongan pertama sudah tak efektif dan tidak dapat melanjutkan permainan, atlet harus diangkut menuju ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

"Kalau masih nyeri butuh penanganan yang harus komprehensif, harus diangkut oleh tim medis dan pemain harus diganti," imbuhnya.

Gejala Putusnya ACL

Tanda atau gejala yang biasanya terjadi pada atlet atau orang yang cedera ACL, ditandai dengan terdengar suara meletup di lutut. Rasa nyeri yang hebat dan tidak dapat melanjutkan aktivitas.

Pembengkakan lutut yang muncul beberapa jam kemudian. Berkurangnya kemampuan menggerakan lutut. Rasa tidak seimbang saat dipakai untuk menopang berat badan.

Tatalaksana dan Pengobatan Cedera ACL

Sapto menyampaikan penanganan dan pengobatan ACL harus ditangani secara multidisiplin. Sebab, kondisi ACL tak punya kemampuan menyembuhkan diri sendiri.

"ACL tak punya kemampuan itu. Sekali putus tetap putus, tak bisa disambung lagi maka harus operasi," ucapnya.

Untuk itu, setelah melakukan sesi wawancara dan pemeriksaan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang. Misalnya Foto Rontgen (X-ray). Tidak dapat melihat kerusakan ligamen, tapi dapat melihat ada tidaknya kelainan pada tulang.

Lalu, dilakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat melihat sobekan ligamen, atau luka pada tulang rawan. Penanganan cedera ACL yakni operasi.

Tindakan Arthroscopy yaitu teknik operasi minimal invasif untuk menangani kasus cedera olahraga. Tindakan ini untuk diagnosis dan memperbaiki masalah di dalam sendi. Keunggulan teknik ini adalah sayatan minimal sehingga nyeri dan risiko infeksi lebih kecil, waktu rawat inap lebih pendek, dan pemulihan lebih cepat. Arthroscopy dapat dilakukan untuk lutut, bahu, pinggul, tangan dan kaki.

Program Pemulihan Pasca Jalani Operasi

Program latihan akan diberikan untuk pemulihan pasca operasi untuk mengembalikan performa dan kebugaran pasien sehingga dapat kembali aktif dalam kegiatan sehari-hari dan berolahraga. Penanganan kasus cedera olahraga dengan pendekatan non operatif. Dan pada pelaksanaannya, program terapi non operatif ini akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Mengenal Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital

Layanan ini diperuntukkan dan cocok untuk para pelaku olahraga yang mengalami cedera olahraga seperti ACL. Ini merupakan layanan komprehensif dan terintegrasi terkait olahraga dan kebugaran, mulai dari program preventif, screening, performa olahraga, penanganan cedera dan program pemulihan pasca cedera dan pasca operasi.

Didukung kolaborasi tim dokter multi spesialisasi dan fisioterapis olahraga yang profesional dan berpengalaman. Sehingga para dokter-dokter terkait akan memberikan program latihan dan penanganan cedera sesuai dengan kebutuhan pasien.

Berbagai kondisi yang ditangani yakni Sprain and strain (Keseleo dan tegangan otot), Nyeri lutut, bahu, pinggul, tangan, dan kaki akibat cedera olahraga, ACL, Jumper's knee (Cedera lutut), Runner's knee (Cedera lutut), Achilles tendinitis (Cedera pada tendon achilles) hingga dislokasi sendi.

Layanan ini menghadirkan tim dokter Mayapada Hospital Jakarta Selatan di antaranya:

1. dr. Sapto Adji Harjosworo, Sp.OT (K)Sport Injury,

2. dr. Charles Hoo, SpOT(K)Sport Injury

3. dr. Taufan Favian Reyhan, Sp.KO

4. dr. Jovita Maria, SpKFR

Mayapada Hospital Kuningan:

1. dr. Demy Faheem, SpOT(K)Sport Injury,

2. dr Elyse SpKO, dr Zeth Boroh SpKO,

3. dr Grace Tumbelaka SpKO, dr Febriyani Valentina SpKFR,

4. dr Inez Widyasari Halim SpKFR

Demi memudahkan konsultasi dengan dokter-dokter di atas, Anda juga bisa langsung klik di sini, untuk melihat profil dokter, konsultasi online hingga membuat janji temu untuk konsultasi langsung dan penanganan lebih lanjut.

Deteksi dan Tindakan

Selain para pecinta olahraga, atlet dan siapa saja yang mengalami cedera ACL saat berolahraga atau kegiatan lainnya. Anda perlu melakukan deteksi sedini mungkin untuk menghindari resiko penyakit menjadi serius. Jangan tunda untuk melakukan tindakan lanjutan apabila ada gejala yang dirasakan sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas.

Anda bisa langsung mendatangi Rumah Sakit Mayapada terdekat. Selain itu, anda juga bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis dari Mayapada Hospital yang bisa diakses melalui website resmi Rumah Sakit Mayapada dengan klik di sini.

(Content Promotion/Mayapada Hospital)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT