Catat! Dokter Beberkan Batas Maksimal Asupan Gula pada Anak

ADVERTISEMENT

Hari Diabetes Sedunia

Catat! Dokter Beberkan Batas Maksimal Asupan Gula pada Anak

Muhammad Rofiq - detikHealth
Senin, 14 Nov 2022 19:24 WIB
Educate children to choose healthy food concept with little girl choice to eat fruit, not a donut
Batas asupan gula pada anak (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Asupan gula yang terlalu banyak berhubungan dengan risiko kegemukan dan diabetes. Pada anak, berapa sih takaran yang dianjurkan?

Pakar endokrinologi anak Prof Dr dr Aman B Pulungan, SpA(K) menyebut bahwa asupan gula pada anak oleh diatur oleh organisasi kesehatan dunia WHO. Batas maksimalnya adalah 10 persen dari jumlah kalori yang didapat.

"Misalnya anak 5 tahun dia 1500 kalori, jadi maksimal itu 10 persen dari 1500," ungkap dr Aman, dalam konferensi pers Hari Diabetes Sedunia 2022, Senin (14/11/2022).

Asupan gula yang dimaksud, menurut dr Aman tidak terbatas hanya pada gula fruktosa. Tepung dalam nugget dan fried chicken, juga termasuk dalam perhitungan asupan gula.

Oleh karena itu, dr Aman berpesan untuk memperhatikan keseimbangan nutrisi pada makanan anak. Tidak hanya porsi makannya, melainkan komposisi gizinya juga harus diperhatikan.

"Komponen makan itu maksimal seperempatnya hanya boleh karbohidratnya, bahkan 50 persen itu sayur dan buah, seperempatnya ini protein dan lemak. Kalo kita mau menambah makanan dia nambah di porsi proteinnya, bukan di porsi karbohidratnya," sambungnya lagi.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dr Eva Susanti menjelaskan bahwa konsumsi gula, garam, dan lemak harus dibatasi agar kondisi tubuh menjadi lebih sehat.

"Kalo kita hitung itu maksimal empat sendok makan per hari untuk konsumsi gula, garam itu satu sendok teh per hari maksimal, kemudian lemak lima sendok makan per hari maksimal," ujar dr Eva.

"Dalam waktu kita makan itu, yang dikonsumsi itu hanya segitu, tidak boleh lebih. Supaya memang kita bisa membatasi konsumsi baik gula, garam, dan lemak untuk menjadi lebih sehat," tambahnya.



Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT