Arti dan Ciri Self Diagnose Menurut Psikolog

ADVERTISEMENT

Arti dan Ciri Self Diagnose Menurut Psikolog

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikHealth
Selasa, 15 Nov 2022 08:30 WIB
Jakarta -

Setiap manusia pasti ingin memastikan bahwa tubuhnya selalu dalam keadaan sehat dan jauh dari penyakit apapun. Namun, tidak sedikit dari kita, jika merasakan sesuatu yang janggal pada kondisi tubuh, langsung mencari tahu informasi di internet dan menduga-duga, apakah mengidap suatu penyakit atau ketidaksehatan mental, yang mana belum tentu benar adanya. Sehingga bisa saja kita salah dalam mengkonsumsi obat-obatan yang tepat.

Dalam program e-Life, Adriana Amalia, M.Psi, Psikolog Klinis dan CEO Asa Berdaya, mengulas apa arti sebenarnya dari self diagnose.

"Self diagnose ini adalah perilaku untuk memeriksa gejala-gejala diri kita sendiri. Kemudian memberikan label pada diri kita sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan secara mandiri. Baik dari internet, nanya-nanya sama orang lain, dan lain sebagainya. Intinya adalah self diagnose adalah perilaku memeriksa dirinya sendiri, dan melabel diri dengan kondisi gangguan tertentu atau penyakit tertentu ," ujarnya

"Kebanyakan orang melakukan self diagnose karena mereka ingin tahu, mereka ingin memahami sekali gejala-gejala yang tidak biasa yang terjadi di kesehatan mereka. Atau justru untuk memecahkan masalah, pasca pengetahuan yang tadi dicari di internet," lanjutnya dalam program e-Life.

Mempunyai pendirian yang belum tentu benar adanya menjadi salah satu ciri-ciri orang yang gemar melakukan self diagnose. Namun, ternyata ada sudut pandang positif yang bisa diambil. Salah satunya adalah rasa penasaran yang tinggi terhadap keadaan dirinya.

"Kita bisa lihat dari rasa penasaran ya. Penasaran terhadap sesuatu, ingin buru-buru menjawab sesuatu. Atau bisa juga untuk orang yang cepat panik terhadap sebuah gejala atau indikator tertentu," ujar Adriana Amalia, M.Psi.

"Salah satu ciri-cirinya adalah kekeh banget sama pendirian diri sendiri, padahal belum tentu. Tapi ada sisi positif yang bisa kita lihat dari orang yang gemar self diagnose, yaitu rasa penasaran yang tinggi dan peduli pada diri sendiri. Hanya saja, meletakkan rasa peduli dan rasa penasarannya itu belum tepat, dengan kemudian melakukan self diagnose," tambahnya.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT