Kemenkes Rilis Edaran Terbaru Obat Sirup, Ini yang Boleh dan Tak Boleh Dipakai!

ADVERTISEMENT

Kemenkes Rilis Edaran Terbaru Obat Sirup, Ini yang Boleh dan Tak Boleh Dipakai!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 16 Nov 2022 07:36 WIB
Closeup woman pouring medication or antipyretic syrup from bottle to cup. Healthcare, people and medicine concept -
Ilustrasi obat sirup. (Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI memperbarui anjuran penggunaan obat sirup di tengah kekhawatiran kasus gagal ginjal akut Indonesia akibat cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Dalam surat edaran No HK.02.02/III/3713/2022, daftar obat aman yang sebelumnya dirilis BPOM RI boleh digunakan terkecuali berasal dari PT Afi Farma, PT Yarindo Farmatama, hingga PT Universal Pharmaceutical Industries.

Edaran Kemenkes RI yang dirilis 11 November menjadi rujukan terbaru penggunaan obat sirup di luar daftar 73 obat sirup terlarang yang dicabut izin edarnya oleh BPOM RI. Seperti diketahui, BPOM RI sempat merilis 198 daftar obat sirup aman bebas cemaran EG dan DEG di 27 Oktober 2022.

Produk-produk yang TIDAK DIGUNAKAN mencakup produk dari 3 produsen yakni PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma yang dicabut izin edarnya, dan produk-produk yang masuk daftar mengandung cemaran EG-DEG melebihi ambang batas.

Daftar produk obat yang dicabut izin edarnya oleh BPOM sejauh ini terangkum dalam infografis berikut:

Daftar 73 obat sirup dilarang BPOMDaftar 73 obat sirup dilarang BPOM Foto: infografis detikHealth

Sementara itu, Kemenkes juga menetapkan daftar obat kritikal yang boleh digunakan dengan monitoring terapi oleh tenaga kesehatan. Daftar 12 obat kritikal yang dimaksud adalah:

  • Asam valproat
  • Depakene
  • Depval
  • Epifri
  • Ikalep
  • Sodium valproate
  • Valeptik
  • Vellepsy
  • Veronil
  • Revatio syr
  • Viagra syr
  • Kloralhidrat


Simak Video "PT Yarindo Dipidanakan BPOM, Ini Daftar Pelanggarannya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT