Gemar Self Diagnose? Kenali Bahayanya Bagi Kesehatan Mental

ADVERTISEMENT

Gemar Self Diagnose? Kenali Bahayanya Bagi Kesehatan Mental

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikHealth
Rabu, 16 Nov 2022 12:31 WIB
Jakarta -

Istilah self diagnose dikenal dengan asumsi yang menyatakan bahwa seseorang memiliki suatu penyakit berdasarkan pengetahuannya sendiri tanpa konsultasi dengan dokter atau psikiater. Namun, mempunyai kebiasaan self diagnose ternyata memiliki bahaya bagi diri sendiri, baik dari perilaku maupun kesehatan mental.

Seperti yang dikemukakan oleh Adriana Amalia, M.Psi, selaku Psikolog Klinis dan CEO Asa Berdaya dalam program e-Life yang membahas tentang 'Apa Bahayanya Self Diagnose?'

"Iya bahaya banget (melakukan self diagnose). Contohnya konsumsi hoax kali ya. Ketika kita melihat suatu informasi, kemudian kita reaktif 'oh kayaknya benar kita mengalami ini deh'. Ada sejumlah pemikiran, perasaan, tindakan kita yang didasarkan oleh single truth. Informasi yang kita yakini adalah sebuah kebenaran," ujarnya dalam program e-Life.

Kalau kita cari atau menghadapi masalah seperti itu, terutama dalam aspek self diagnose ini, akan membawa kita ke sejumlah risiko-risiko atau dampak negatif. Misalnya, kita akhiri dengan mengambil tindakan atau pengobatan yang salah," lanjutnya.

Tidak hanya dari sisi perilaku saja. Namun, dari sisi kesehatan mental juga bisa saja terpengaruh dari orang yang gemar melakukan self diagnose.

"Selain itu, juga mempengaruhi kesehatan mental kita. Karena ketika kita menyerap informasi, mata kita, telinga kita, membaca atau mendengarkan informasi tersebut. Kemudian info itu kita olah ke pikiran kita, nah pikiran itu mempengaruhi perasaan kita. Perasaan mempengaruhi keinginan atau kehendak kita. Keinginan kita mempengaruhi ke perilaku atau tindakan," ungkap Adriana Amalia, M.Psi dan CEO Asa Berdaya dalam program e-Life, Jumat 11/11/2022.

Jadi ketika kita ngerasa 'oh itu memang diagnosis saya'. Akhirnya pikiran kita terpengaruh, perasaan kita jadi terpengaruh, dan tindakan kita juga terpengaruh terhadap informasi yang tidak tepat itu," lanjutnya.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT