Wajib Tahu, Ini Beda Batuk Perokok Vs Batuk Biasa

ADVERTISEMENT

Wajib Tahu, Ini Beda Batuk Perokok Vs Batuk Biasa

Hana Nushratu Uzma - detikHealth
Jumat, 18 Nov 2022 05:00 WIB
Batuk
Ilustrasi batuk (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Tubuh akan menghirup zat kimia yang berlebihan ketika merokok, baik menggunakan rokok, cerutu, maupun elektrik. Zat-zat kimia tersebut akan mengendap di jantung dan paru-paru.

Batuk merupakan reaksi alami untuk membersihkan pernapasan. Jika batuk berlangsung dalam waktu yang lama akibat merokok, maka batuk ini disebut batuk perokok (smoker's cough).

Dikutip dari Healthline, batuk perokok memiliki perbedaan dengan batuk biasa. Batuk perokok mengeluarkan suara mengi dan berderak karena dahak (mukus) yang tertinggal di tenggorokan.

Salah satu ciri batuk perokok yakni basah dan produktif. Artinya, batuk ini membawa banyak lendir dan dahak.

Batuk perokok bisa menjadi kronis bagi perokok aktif dan berat. Bahkan, dapat menjadi pemicu kanker paru-paru karena zat karsinogen yang ada dalam rokok.

Kenapa Batuk Perokok Bisa Terjadi?

Silia (struktur yang seperti rambut di sepanjang rongga hidung) berfungsi untuk mendorong bahan kimia dan benda asing keluar dari tubuh. Ketika merokok, fungsi silia akan berkurang.

Kondisi ini akan menyebabkan racun-racun menetap di paru-paru dalam waktu yang lebih lama dari biasanya. Sebagai responnya, tubuh akan batuk lebih banyak untuk mengeluarkan zat kimia dari paru-paru.

Batuk perokok biasanya menyerang pada pagi hari. Hal ini dikarenakan fungsi silia yang kembali 'normal' setelah beberapa jam tidak merokok.

Batuk perokok juga bisa mengakibatkan postnasal drip, yaitu dahak yang bocor ke tenggorokan. Postnasal drip menyebabkan seseorang batuk atau sering berdehem untuk membersihkan tenggorokan dan memperburuk kondisi batuk.

Berapa Lama Batuk Perokok Bertahan?

Batuk perokok dapat berlangsung selama beberapa hari bahkan tidak terbatas waktu, tergantung pada kebiasaan merokok. Jika seseorang merokok 1-2 batang per hari, batuk akan hilang dengan sendirinya setelah berhenti merokok.

Bagi perokok reguler, kemungkinan akan mengalami gejala selama merokok. Batuk perokok bagi kategori ini tidak mudah dihilangkan, namun bisa diredakan gejalanya dengan perawatan dan pengobatan.

Lain halnya perokok berat, yang batuk-batuknya bisa berbulan-bulan bahkan sudah berhenti atau mengurangi frekuensi merokok. Dalam beberapa kasus, batuk perokok tidak akan hilang bahkan sudah bertahun-tahun berhenti.

Bukan Sembarangan Batuk

Batuk perokok juga bisa mengalami komplikasi, tergantung kebiasaan (seberapa sering merokok, seberapa parah batuk, dan memiliki kondisi tertentu). Komplikasi dapat meliputi:

  • Kerusakan tenggorokan
  • Suara serak
  • Gatal dan iritasi pada tenggorokan
  • Batuk kronis, bagi penderita jangka panjang
  • Peningkatan infeksi
  • Merokok dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan bahan kimia beracun menumpuk di paru-paru dan saluran udara Anda. Kondisi ini dapat memicu penyakit tertentu, di antaranya:
  • Pneumonia (radang paru-paru)
  • Bronkitis (radang saluran paru-paru)
  • Empisema (kerusakan alveolus atau kantong udara kecil dalam paru-paru, biasanya terjadi setelah bertahun-tahun merokok)
  • Kanker paru-paru

NEXT: pengobatan dan kapan harus ke dokter

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT