Heboh Rumor Denise Chariesta Idap HIV, Memang Seperti Apa Penularannya?

ADVERTISEMENT

Heboh Rumor Denise Chariesta Idap HIV, Memang Seperti Apa Penularannya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 18 Nov 2022 19:00 WIB
Denise Chariesta
Denise Chariesta. (Foto: Instagram/@denisechariesta91)
Jakarta -

Heboh Denise Chariesta yang dirumorkan mengidap human immunodeficiency virus atau HIV. Rumor ini muncul usai Denise yang dikabarkan memiliki hubungan gelap dengan seorang pengacara berinisial S yang disebut mengidap HIV.

Menanggapi ini, Denise justru menyeret orang lain. Sebab, jika dirinya terinfeksi HIV, orang lain yang sempat dekat dengan dirinya juga akan tertular.

Dikutip dari laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, kekebalan tubuh akan semakin lemah dan membuat pengidapnya lebih rentan terserang penyakit.

Lalu, bagaimana HIV bisa menular?

Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), HIV dapat menular melalui cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti:

  • Darah
  • ASI (air susu ibu)
  • Air mani
  • Cairan vagina

HIV juga dapat ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan dan persalinan.

Selain itu, ada beberapa cara penularan HIV yang dikutip dari CDC, yakni:

1. Seks berisiko

HIV bisa menular saat seseorang melakukan hubungan seksual berisiko yakni bergonta-ganti pasangan dan tidak memakai pelindung seperti kondom. Seks anal diyakini menjadi jenis seks yang paling berisiko menularkan HIV lantaran lapisan rektum yang tipis memudahkan HIV masuk ke tubuh selama seks anal.

Seks vaginal juga tetap berisiko saat pasangan diketahui positif terinfeksi, penularan bisa terjadi saat HIV masuk ke tubuh melalui vagina atau jaringan halus yang melapisi vagina dan leher rahim. Cairan di vagina dan darah bisa membawa HIV.

2. Penularan ke Bayi

HIV bisa ditularkan dari ibu ke bayi selama kehamilan, proses melahirkan, atau menyusui. Namun, kasus penularan melalui proses tersebut jarang terjadi, terlebih saat ini banyak pengobatan HIV yang efektif dan menekan risiko penularan sebagai pencegahan.

CDC menyebut jika seorang wanita dengan HIV meminum obat HIV seperti yang ditentukan selama kehamilan dan persalinan, dan memberikan obat HIV kepada bayinya selama 4 sampai 6 minggu setelah kelahiran, risiko penularannya bisa kurang dari 1 persen.

3. Jarum Suntik

Seseorang berisiko tinggi tertular HIV jika berbagi jarum suntik dengan orang yang mengidap HIV. Karenanya, disarankan untuk tidak pernah berbagi jarum atau peralatan lain untuk menyuntikkan obat-obatan, hormon, steroid, atau silikon.

Jarum, jarum suntik, dan peralatan injeksi lain yang digunakan mungkin mengandung darah orang lain, dan bisa membawa HIV.

4. Seks oral

Seks oral disebut meningkatkan risiko penularan HIV, seperti ejakulasi di mulut saat sariawan, gusi berdarah, atau adanya luka genital.

5. Perawatan medis

Banyak yang berpikir donor darah menjadi salah satu media penularan HIV. Faktanya, hal tersebut tidak mungkin terjadi. Seseorang tidak bisa tertular HIV dari transfusi darah, maupun transplantasi organ dan jaringan.

"Anda tidak dapat tertular HIV dari mendonorkan darah. Prosedur pengambilan darah sangat diatur dan aman," jelas CDC.

6. Bisakah dari Makanan?

Mungkinkah HIV menular melalui kontaminasi makanan? Hal tersebut juga kerap menjadi pertanyaan banyak orang. CDC memastikan tidak ada kasus penularan dari makanan. Satu-satunya kasus yang sempat dilaporkan yakni pada bayi yang tertular HIV saat makanannya terkontaminasi darah dari mulut pengasuh.



Simak Video "Prof Zubairi Sebut HIV/AIDS Bisa Dikontrol dengan Obat"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT