Agar Tumbuh Kembang Optimal, Begini Cara Stimulasi Potensi Bayi Prematur

ADVERTISEMENT

Agar Tumbuh Kembang Optimal, Begini Cara Stimulasi Potensi Bayi Prematur

Nurul Febian Danari - detikHealth
Jumat, 18 Nov 2022 20:30 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Anak yang lahir secara prematur rentan mengalami masalah pada proses tumbuh kembangnya. Meskipun begitu, bayi prematur tetap bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, tak lain dengan bantuan stimulasi.

Bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang dari usia kehamilan 37 minggu. Biasanya, bayi prematur memerlukan perawatan intensif di rumah sakit setelah dilahirkan. Bayi prematur kerap memiliki berbagai masalah kesehatan, sehingga perawatan intensif di rumah sakit amat diperlukan.

Tak hanya sampai perawatan di rumah sakit, orang tua tetap perlu untuk memantau tumbuh kembang anak dan memberikan stimulasi agar pertumbuhannya optimal.

Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Irma Gustiana Andriani, M.Psi, tidak ada satu cara yang dominan untuk stimulasi anak prematur. Semua stimulasi diperlukan agar anak bisa tumbuh secara optimal dan berprestasi.

"Diberikan stimulasi jadi semuanya harus paralel berjalan bersama, sehingga kelima aspek bisa berjalan optimal. Aspek ini adalah perkembangan kognitif, bahasa, motorik halus dan kasar, sensori, serta sosial dan emosi," kata Irma dalam acara media briefing virtual dengan tema 'Peran Orang Tua untuk Dukung Anak Prematur Tumbuh Sehat dan Berprestasi' via Zoom, Selasa (15/11/22).

Cara Stimulasi Potensi Bayi Prematur

Irma mengatakan bahwa lahir prematur tidak akan menghalangi anak untuk mengembangkan potensinya sejak dini. Hal ini tentu diperlukan kerja sama orang tua untuk memberikan stimulasi agar kualitas hidup anak lebih baik di masa yang akan datang.

Berikut cara menstimulasi potensi anak prematur:

1. Deteksi Dini

Deteksi dini adalah hal paling pertama yang bisa diupayakan untuk memaksimalkan potensi anak prematur. Cara ini bisa dilakukan dengan konsultasi ke dokter tentang upaya mencegah keterlambatan dan mengoptimalkan perkembangan otak pada anak.

"Penanganan sedini mungkin penting untuk mencegah ketidakcukupan gizi yang diperlukan untuk perkembangan otak yang optimal," kata Irma.

2. Meningkatkan imunitas

Imunitas atau daya tahan tubuh anak yang lahir prematur biasanya berbeda dengan imunitas anak pada umumnya. Imunitas anak prematur masih dalam tahap pembentukan sehingga perlu ditingkatkan. Semakin baik imunitas anak, maka risiko adanya gangguan kesehatan pada anak juga dapat diminimalisir.

Upaya meningkatkan imunitas sang anak bisa dilakukan dengan pemberian asupan nutrisi yang seimbang, jam tidur atau istirahat yang cukup, serta vitamin dan sebagainya yang dibutuhkan. Proses ini berkelanjutan sehingga orang tua perlu memastikan hal ini dalam jangka panjang.

3. Cari tanda awal potensi anak

Selain pendampingan intens pada anak, orang tua juga perlu mencari tanda awal potensi anak.

"Kalau bicara prestasi, kita perlu cari tanda awal potensi. Ketika dia tumbuh dan berkembang kita bisa memetakan potensi dan bakat alami yang dimiliki Si Kecil yang lahir prematur," kata Irma.

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI



Simak Video "Spanyol Berhasil Lakukan Transplantasi Usus Bayi Pertama di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT