Jabodetabek Diguncang Gempa, Ini Alasan Sering Pusing Setelahnya

ADVERTISEMENT

Jabodetabek Diguncang Gempa, Ini Alasan Sering Pusing Setelahnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 21 Nov 2022 13:44 WIB
Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Foto: Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Jakarta -

Gempa bumi terjadi di barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kekuatan magnitudo 5,6. Getaran gempa ini terasa hingga wilayah Jabodetabek, termasuk Jakarta Selatan.

Pusing dan mual sering muncul selama beberapa saat pasca gempa bumi terjadi. Kondisi yang biasa dikenal dengan istilah earthquake sickness sering dirasakan oleh para korban gempa saat gempa sudah selesai.

Menurut praktisi kesehatan dari Siloam Hospital Karawaci, dr Vito A Damay SpJP(K), M.Kes, menjelaskan penyebab seseorang bisa merasakan pusing setelah gempa bumi.

"Ketika gempa, kita mengalami perubahan postural posisi tubuh dan pandangan mata kita, ini berhubungan juga dengan fungsi vestibular/keseimbangan tubuh kita," terang dr Vito saat dihubungi detikcom, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dr Vito menerangkan, ketika ada gempa bumi yang berhubungan dengan goncangan, tubuh akan mengira ada masalah gangguan keseimbangan.

"Keseimbangan kita diatur oleh bagian telinga tengah, juga dengan saraf di mata dan di kaki. Jadi ketika goncang maka tubuh akan berusaha menyesuaikan dan itu butuh waktu," tambah dr Vito.

Untuk mengatasinya, dr Vito memberikan beberapa tips untuk mengatasi pusing pasca gempa bumi. Salah satunya minum air hangat.

"Istirahat berbaring dan minum air hangat bisa memperbaiki keluhan pusing setelah gempa," saran dr Vito.

Tak hanya itu, dr Vito juga menganjurkan untuk memberikan obat antihistamin jika pusing yang dirasa belum berkurang. Tetapi obat tersebut tetap berdasarkan resep dokter.



Simak Video "Anita Tanjung Beri Trauma Healing Anak-anak Korban Gempa Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT