Kemenkes Desak 53 Perusahaan Farmasi Uji Ulang Produk Obat, Ini Daftarnya

ADVERTISEMENT

Kemenkes Desak 53 Perusahaan Farmasi Uji Ulang Produk Obat, Ini Daftarnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 22 Nov 2022 11:37 WIB
Closeup woman pouring medication or antipyretic syrup from bottle to cup. Healthcare, people and medicine concept -
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/spukkato
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mendorong perusahaan farmasi untuk melakukan pengujian mandiri terhadap obat-obatan yang diproduksinya. Hal ini tercantum dalam surat edaran nomor FP.01.01/E/21487/2022 tentang Percepatan Pengujian Mandiri Industri Farmasi dalam rangka percepatan sinkronasi data hasil pengujian antara Labkesda dan Industri Farmasi, tertanggal 17 November 2022.

"Sehubungan dengan surat kami sebelumnya nomor FP.01.01/E/21461/2022 tanggal 16 November 2022 perihal Penyampaian Data Hasil Uji Mandiri Industri Farmasi, bersama ini kamu sampaikan bahwa dalam rangka percepatan sinkronisasi data hasil pengujian antara Labkesda dan Industri Farmasi," demikian surat edaran tertanda Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dr Dra Lucia Rizka Andalucia, Apt, M Pharm, MARS, dikutip dari AntaraNews.

"Maka kamu harapkan kerjasama dari industri farmasi untuk dapat mempercepat pengujian mandiri dan menyampaikan hasil pengujan ke e-mail subditobat.pangan@gmail.com paling lambat tanggal 21 November 2022," sambungnya.

Dalam surat edaran tersebut, Kemenkes meminta agar perusahaan farmasi untuk memeriksa kembali obat-obatannya melalui tes mandiri. Berdasarkan daftar yang dikeluarkan Kemenkes, total keseluruhan produk farmasi yang diminta untuk menjalani pengujian mandiri sebanyak 245 produk dari 53 perusahaan farmasi.

Berikut 53 perusahaan farmasi yang diminta Kemenkes untuk melaksanakan uji mandiri pada produk-produknya, yakni:

  1. Abbott Indonesia
  2. Berlico Mulia Farma
  3. Bernofarm
  4. Caprifarmindo
  5. Combiphar
  6. Coronet Crown
  7. CV OSB Corporation
  8. CV OSFI Corporation
  9. Dankos Kalbe Farma
  10. Darya Varia
  11. Dexa Medica
  12. Erela
  13. Erlimpex
  14. Errita Pharma
  15. Faratu
  16. Ferron Par Pharmaceuticals
  17. Fresenius Kabi
  18. Graha Farma
  19. Gratia Husada Farma
  20. Hexapharm Jaya
  21. Holi Pharma
  22. Ifars
  23. Ikapharmindo
  24. Indofarma
  25. Itrasal
  26. Kalbe Farma
  27. Lapi Laboratories
  28. Lucas Djaja
  29. Meprofarm
  30. Mersifarma
  31. Mulia Farma Suci
  32. Mutifa
  33. Nicholas Laboratories Indonesia
  34. Novapharin
  35. Novell Pharmaceutical
  36. Nufarindo
  37. Phapros
  38. Pharma Laboratories
  39. Pharos
  40. PIM Pharmaceuticals
  41. Promedraharjo
  42. PT Pyramid Farma
  43. Rama Emerald
  44. Samco Farma
  45. Sampharindo Perdana
  46. Sanbe Farma
  47. Soho Industri Pharmasi
  48. Sunthi Sepuri
  49. Taisho Pharmaceutical
  50. Tempo Scan Pacific
  51. Triyasa Nagamas Farma
  52. Universal Pharmaceutical Industries
  53. Afi Farma

Dari 53 perusahaan farmasi ini, hanya dua yang sudah diumumkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yakni PT Afi Farma dan PT Universal. Sementara PT Yarindo Farmatama tidak tercantum dalam daftar tersebut.



Simak Video "Penampakan Obat Sirup yang Disita BPOM, Diduga Tercemar EG-DEG"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT