Pasien Korban Gempa Cianjur Tak Mau Dirawat di Dalam RS, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Pasien Korban Gempa Cianjur Tak Mau Dirawat di Dalam RS, Ini Alasannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 22 Nov 2022 12:50 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan merawat korban gempa di kawasan RSUD Sayang Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Saat ini korban gempa Cianjur masih terus bertambah dan berdatangan ke rumah sakit tersebut.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluruskan kabar rumah sakit yang menangani korban gempa di Cianjur overload. Ia menyebut pasien yang memilih tak dirawat di dalam ruangan.

"Pasien tidak mau dirawat di dalam ruangan karena takut gempa sehingga perawatan dilakukan di luar," tulis Ridwan Kamil di akun Instagram pribadinya, Selasa (22/11/2022).

Mengatasi hal tersebut, pihaknya sudah memindahkan sekitar 100 korban yang dirawat di luar ruangan ke RS di Kota Sukabumi, Cimahi, dan Bandung.

"Sehingga tidak banyak yang bergeletakan di halaman parkir lagi," ungkapnya.

Kementerian Kesehatan RI juga melaporkan beberapa fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, antara lain:

  • RSUD Cianjur
  • Puskesmas Cugenang Kabupaten Cianjur
  • Puskesmas Pacet Kabupaten Cianjur
  • Puskesmas Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu perawatan korban luka akibat gempa Cianjur dalam kategori ringan diperkenankan rawat jalan atau perawatan di RS Cimacan. Sementara untuk pasien dengan luka sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan RS Lapangan TNI.

Bagi mereka dengan kondisi kritis dan membutuhkan operasi besar, diarahkan ke 3 rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, RSUD Kota Bogor, dan RS Sukabumi.



Simak Video "Anita Tanjung Beri Trauma Healing Anak-anak Korban Gempa Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT