Dialami Ki Joko Bodo Sebelum Meninggal, Bisakah Hipertensi Picu Kematian?

ADVERTISEMENT

Dialami Ki Joko Bodo Sebelum Meninggal, Bisakah Hipertensi Picu Kematian?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 22 Nov 2022 13:44 WIB
Ki Joko Bodo saat ditemui di studio Trans TV.
Foto: Noel/detikFoto
Jakarta -

Ki Joko Bodo meninggal dunia pada hari ini, Selasa (22/11). Ayda Prasasti, anak Ki Joko Bodo menyebut sang ayah memiliki riwayat penyakit hipertensi atau darah tinggi.

"Ada [riwayat] darah tinggi. Ayahku memang ada jadwal kontrol di hari Kamis, tapi sudah pergi duluan," tutur Ayda dikutip CNNIndonesia.com, Selasa (22/11).

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi tekanan darah di atas normal, yakni di atas 140 mmHg untuk tekanan sistolik dan di atas 90 mmHg untuk tekanan diastolik.

Hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang memberi tekanan pada dinding pembuluh darah yang akhirnya bisa memicu berbagai masalah pada sistem peredaran darah. Stroke dan serangan jantung bisa dipicu oleh penebalan dan pengerasan arteri akibat hipertensi.

"Hal ini membuat hipertensi menjadi pembunuh senyap atau silent killer," kata dr Vito A Damay, SpJP(K), dokter jantung dari Siloam Hospital Karawaci, kepada detikcom beberapa waktu lalu

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada jantung. Selain itu, penyakit ini juga bisa meningkatkan risiko stroke dan gagal ginjal.

Berikut sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat hipertensi.

  • Nyeri dada atau angina
  • Serangan jantung, yang terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat dan sel-sel otot jantung mati karena kekurangan oksigen. Semakin lama aliran darah tersumbat, maka semakin besar pula kerusakan yang terjadi pada jantung
  • Gagal jantung, yang terjadi ketika jantung tak lagi dapat memompa cukup darah dan oksigen ke organ tubuh vital lainnya
  • Detak jantung yang tidak teratur akibat hipertensi juga bisa menyebabkan kematian mendadak
  • Aliran darah dan oksigen yang terhambat ke ke otak karena hipertensi dapat memicu terjadinya stroke
  • Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang berujung pada gagal ginjal

Simak Video 'Perjalanan Hidup Ki Joko Bodo':

[Gambas:Video 20detik]



(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT