Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

ADVERTISEMENT

Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Fadilla Namira - detikHealth
Selasa, 22 Nov 2022 20:30 WIB
Little boy get sick from influenza need to be admitted to hospital with saline intravenous (iv)  in-line hand pressure
Ilustrasi gagal ginjal anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/wckiw)
Jakarta -

Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) adalah kondisi di mana ginjal berhenti bekerja secara tiba-tiba. Hal ini dikatakan akut karena hanya berlangsung dalam beberapa jam atau hari. Dengan kata lain, penyakit ini tidak menimbulkan masalah permanen jika ditangani dengan cepat.

Fungsi utama ginjal adalah menyaring racun dalam darah dan mengeluarkan cairan berlebih melalui urine. Selain itu, ginjal juga berperan dalam pembentukan sel darah merah dan mengatur elektrolit tubuh. Dari fungsinya ini, kita sudah mengetahui bahwa ginjal merupakan salah satu organ vital manusia.

Ketika kemampuannya terhambat, ginjal akan mengalami cedera akut dan lambat laun berkembang jadi kronis. Dengan demikian, pasien wajib mendapatkan perawatan intensif agar tidak memicu komplikasi serius.

Gejala Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal

Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal berbeda dengan penyakit ginjal kronis. Pada penyakit ginjal kronis, fungsi ginjal menurun secara bertahap dan gejalanya tidak muncul secara mendadak.

Sementara itu, GGAPA memicu gangguan buang air kecil dalam waktu singkat. Agar lebih jelas, simak gejala lainnya berikut ini:

  • Demam
  • Diare
  • Dehidrasi
  • Volume urine lebih sedikit dari biasanya.
  • Kelebihan cairan di dalam tubuh dan menyebabkan pembengkakan kaki, terutama di pergelangan kaki.
  • Sesak napas
  • Mudah lelah dan lemas
  • Sering merasa kebingungan.
  • Mual
  • Detak jantung tidak teratur
  • Nyeri dada
  • Pada beberapa kasus, pengidapnya dapat mengalami kejang dan hilang kesadaran atau bahkan koma

Penyebab Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal

Sebagian besar kasus gangguan ginjal akut disebabkan oleh penurunan aliran darah dan disertai dengan kondisi kesehatan pasien yang buruk. Penyebab lainnya adalah:

  • Reaksi efek samping obat.
  • Gangguan kinerja jantung sehingga memompa darah lebih sedikit dari biasanya akibat gagal jantung ataupun gangguan hati (sepsis).
  • Penggunaan obat hipertensi, seperti golongan obat diuretik atau anti inflamasi nonsteroid.
  • Peradangan pada struktur ginjal, misalnya glomerulonefritis dan vaskulitis.
  • Penyumbatan di saluran kemih (ureter) karena prostat yang membesar, tumor di kandung kemih atau ovarium, dan batu ginjal.

Diagnosis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal

Diagnosis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal dapat dipastikan oleh dokter melalui serangkaian pemeriksaan dan prosedur tertentu, hal ini termasuk:

  • Tes urine (urinalisis) dengan menganalisis sampel urine dan mengukur volumenya untuk menilai adanya gangguan ginjal akut
  • Pemeriksaan darah untuk menilai fungsi ginjal, yakni ureum dan kreatinin
  • Analisis sampel jaringan ginjal melalui biopsi ginjal
  • Tes pencitraan untuk melihat struktur ginjal, seperti USG dan/atau CT scan.

Selain itu, dokter akan menyelidiki alasan kemunculan penyakit ini dari riwayat kesehatan pasien dan riwayat penggunaan obat seminggu terakhir.

Pengobatan Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal

Tata laksana pengobatan kondisi Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) tergantung pada tingkat keparahan gejalanya. Jika sudah fatal, pasien umumnya diharuskan menjalani perawatan medis rumah sakit.

Namun, perawatan dapat dilakukan secara mandiri di rumah jika diagnosisnya diketahui lebih awal. Penting diingat untuk menjalani perawatan di rumah, sebaiknya tetap dalam pengawasan dokter atau sudah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Berikut ini beberapa cara penanganan yang dapat dilakukan di rumah:

1. Diet Garam dan Kalium

Dokter akan menganjurkan kepada pasien gagal ginjal akut untuk mengurangi jumlah garam dan kalium sampai ginjal berfungsi dengan normal. Sebab, kedua zat ini dapat memicu komplikasi akibat gangguan ginjal akut. Tidak hanya itu, dokter juga menghentikan penggunaan obat-obatan tertentu sembari memberikan infus khusus guna mengatasi dehidrasi.

2. Obat-obatan

Beberapa obat tertentu dapat memicu kerusakan pada ginjal sehingga sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter agar tetap aman dan terhindar dari masalah kesehatan, khususnya kerusakan ginjal. Hindari self-diagnosed atau mendiagnosis keluhan kesehatan yang dialami tanpa berkonsultasi dengan dokter.

3. Dialisis

Dialisis adalah perawatan medis yang kerap diberikan pada pengidap gangguan ginjal akut. Pengobatan ini tidak serta-merta menyembuhkan, tetapi perannya berguna untuk membantu fungsi ginjal berjalan tetap optimal.

Komplikasi Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal

Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal dapat menimbulkan masalah medis lain dan tak jarang kematian. Komplikasi yang dapat ditimbulkannya antara lain:

  • Kelemahan otot, kelumpuhan, dan masalah irama jantung
  • Edema atau penumpukan cairan di kaki, lengan, atau paru
  • Asidosis metabolik
  • Penyakit ginjal kronis

Kapan Harus ke Dokter?

Jika salah satu gejala muncul, segera ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Semakin masif penanganannya, maka proses penyembuhannya akan cepat. Selain itu, perbanyak minum air mineral setidaknya dua liter per hari untuk menjaga ginjal tetap sehat.

Ditinjau oleh:

dr Oryza Gryagus Prabu, SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

RS Pondok Indah - Pondok Indah



Simak Video "Beda Gagal Ginjal Akut dan Kronis"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT