Alasan Kemenkes Tak Ikut Prioritaskan Masyarakat Umum Divaksin Booster Kedua

ADVERTISEMENT

Alasan Kemenkes Tak Ikut Prioritaskan Masyarakat Umum Divaksin Booster Kedua

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 23 Nov 2022 17:52 WIB
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK).
Ilustrasi vaksin (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Jumlah kasus konfirmasi COVID-19 global maupun nasional terus mengalami peningkatan. Hal tersebut diyakini imbas dari subvarian Omicron baru XBB dan BQ.1, dua subvarian yang sangat menular dibandingkan lainnya.

Karena hal tersebut, pemerintah mulai menggenjot cakupan vaksinasi COVID-19 baik dosis lengkap maupun booster. Terbaru, Kementerian Kesehatan RI mengizinkan pemberian vaksinasi booster COVID-19 dosis kedua atau suntikan keempat, kepada lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun.

Melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia, ketentuan ini efektif berlaku sejak Selasa (22/11). Lansia yang sudah menerima booster pertama lebih dari enam bulan, disarankan untuk melanjutkan vaksinasi COVID-19 booster kedua.

Alasan Pemerintah Menerapkan Vaksin Booster Kedua untuk Non Nakes

Juru bicara Kemenkes RI, dr Mohammad Syahril menyebutkan kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok rentan, mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat COVID-19. Mengingat kasus kematian belakangan waktu ini mengalami peningkatan. Berdasarkan data Selasa (22/11), tercatat sebanyak 51 kasus meninggal akibat COVID-19.

Juga, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan pada periode 4 Oktober-21 November, tercatat sebanyak 1.375 lansia yang meninggal dunia akibat COVID-19.

"Dari total 2.449 yang meninggal 4 Oktober -21 November, maka 1375 lansia 56 persen meninggal," tuturnya saat dihubungi detikcom, Rabu (23/11).

Selain itu, SE tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong Pemerintah Daerah dan fasyankes penyelenggara vaksinasi baik pemerintah maupun swasta untuk melakukan vaksinasi COVID-19 booster kedua bagi lansia.

Adapun vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua adalah vaksin yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM dan rekomendasi ITAGI serta memperhatikan vaksin yang tersedia di masing-masing daerah.

NEXT: regimen vaksin yang dapat digunakan untuk vaksinasi booster kedua lansia

Simak Video 'Booster Kedua untuk Lansia Direstui, Bagaimana dengan Masyarakat Umum?':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT