COVID Ngegas Lagi, Simak 5 Gejala Corona yang Tak Biasa

ADVERTISEMENT

COVID Ngegas Lagi, Simak 5 Gejala Corona yang Tak Biasa

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 24 Nov 2022 14:13 WIB
Omicron BA.4 dan BA.5 adalah subvarian omicron terbaru yang perlu diketahui dan waspadai oleh masyarakat Indonesia. Berikut informasinya.
Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Gejala COVID-19 umumnya berupa demam, batuk-pilek, maupun nyeri tenggorokan. Akan tetapi di luar gejala tersebut, rupanya ada gejala lain tak umum yang bisa dialami oleh seseorang terinfeksi COVID-19.

Bahkan gejala-gejala tak biasa ini dijuluki sebagai kutukan dari cerita anak-anak, mulai dari muncul bulu di lidah, jari kaki berubah warna, dan lainnya.

"Setiap penyakit menular memiliki manifestasi yang umum dan tidak biasa," kata Dr Mark Mulligan, spesialis penyakit menular di NYU Langone Health, dikutip dari New York Times.

Sampai saat ini para dokter masih mempelajari lebih lanjut terkait gejala tak biasa dari virus Corona tersebut. Genetika pun diduga menjadi salah satu penyebab gejala-gejala ini muncul.

Berikut beberapa gejala tak biasa yang bisa dialami seseorang terpapar COVID-19

1. Muncul Bulu di Lidah

Dr Chin-Hong menyebut sel-sel lidah yang sehat umumnya bisa beregenerasi dengan cepat. Namun, jika sel ini ternyata bisa bertahan dan menumpuk satu sama lain, ini akan membentuk pertumbuhan berlebih yang gelap, tebal, dan tidak jelas, mirip seperti bulu lidah.

Meski begitu, gejala bulu lidah ini sebenarnya sudah dikenal sebelum COVID-19 muncul. Dokter menemukan lidah berbulu pada pasien dengan infeksi virus tertentu, perokok, penggunaan antibiotik, hingga orang yang tak menjaga kebersihan.

"Saya tahu ini terlihat sangat menakutkan bagi orang-orang," katanya, tetapi penderitaan itu umumnya bersifat sementara. Beberapa orang mungkin juga merasakan sensasi terbakar di dalam mulut mereka. Mereka yang memiliki gejala ini tidak boleh takut," kata Dr Chin-Hong, spesialis penyakit menular di University of California, San Francisco.

Orang dengan lidah berbulu dapat menggunakan pengikis lidah atau sikat gigi untuk menghilangkan sel-sel lidah tersebut, pastikan juga menjaga kebersihan mulut yang baik untuk mencegah penumpukan tambahan.

2. Saraf Kesemutan

Kesemutan bisa terjadi karena sel kekebalan tubuh sedang berusaha melawan infeksi. Para peneliti di Washington University menemukan bahwa orang yang dinyatakan positif COVID-19 tiga kali lebih mungkin mengalami kesemutan hingga mati rasa atau kebas.

"Yang tidak kami ketahui adalah apa dampak langsung dari virus itu sendiri, atau apa itu peradangan," tuturnya.

Adapun sensasi kesemutan ini umumnya akan hilang dalam hitungan hari. Apabila pasien merasa kesakitan terus-menerus, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

3. Ruam

Virus Corona ternyata juga bisa menyebabkan ruam. American Academy of Dermatology Association menemukan benjolan yang gatal, melepuh seperti cacar air, ruam yang membentuk pola pada kulit, dan benjolan sebagai kondisi kulit potensial yang terkait dengan COVID-19.

4. Rambut Rontok

Hingga saat ini, belum bisa dipastikan apakah COVID-19 secara langsung bisa menyebabkan kerontokan. Namun, beberapa ahli menduga kerontokan disebabkan oleh stres yang muncul akibat COVID-19.

"Jika Anda menemukan diri Anda di antara mereka yang kehilangan sebagian rambut selama atau setelah infeksi Covid, jangan panik," ucap kata Dr Shilpi Khetarpal, dokter kulit di Cleveland Clinic.

5. Jari Kaki Ungu

Para ilmuwan masih memperdebatkan tentang apa yang disebut dengan 'Covid toe'. Nama terakhir merujuk pada kondisi jari kaki dan ujung hari yang bengkak dan menjadi ungu.

Salah satu teorinya adalah COVID-19 mungkin menyebabkan penggumpalan mikrovaskular dan menghalangi suplai darah, menyebabkan perubahan warna pada jari kaki.

"Kami masih belajar tentang COVID," kata Dr Mulligan.



Simak Video "Seputar Temuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT