WHO Tetapkan COVID Jawa-Bali Level 2, Kemenkes Bakal Evaluasi PPKM

ADVERTISEMENT

WHO Tetapkan COVID Jawa-Bali Level 2, Kemenkes Bakal Evaluasi PPKM

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 25 Nov 2022 15:25 WIB
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
COVID-19 di DKI Jakarta. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI masih membahas soal ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel. Hal ini merespons laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 22 November soal data transmisi COVID-19 komunitas Jawa Bali berada di 22,5 per 100 ribu penduduk.

Seperti diketahui, pemerintah masih menetapkan PPKM Jawa Bali di level 1, berlaku hingga 5 Desember mendatang. Mungkinkah Kemenkes RI bakal kembali menaikkan status PPKM?

"Nanti akan dievaluasi lebih komprehensif," beber dr Nadia melalui pesan singkat kepada detikcom Jumat (25/11/2022).

Sebagai informasi tambahan, selain Jawa-Bali, peningkatan kasus COVID-19 signifikan terjadi di Sumatera. WHO bahkan menetapkan level 3 di wilayah tersebut dengan catatan insiden kasus 68,3 per 100 ribu penduduk.

Selebihnya, yakni Kalimantan, Nusa Tenggara-Maluku-Papua, masih relatif aman lantaran berada di level 1, artinya penularan COVID-19 di wilayah tersebut tercatat rendah. Insiden kasus masing-masing wilayah yakni 11,6 dan 5,2 per 100 ribu penduduk.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini merespons data COVID-19 level 2 dan level 3 di Jawa Bali dan Sumatera. Meski tidak menjelaskan persoalan kemungkinan kenaikan PPKM, Budi mengakui kenaikan kasus COVID-19 bakal terus terjadi hingga diprediksi mencapai puncak Desember dua pekan ke depan.

"COVID-19 sekarang akan naik dan masih akan naik. Kita meneliti setiap hari peak-nya sudah hampir tercapai. Perkiraan Desember ini sudah harus tercapai," ungkapnya saat ditemui di agenda Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting, Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2022).



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT