Transmisi COVID-19 Jawa Bali 'Ngegas' ke Level 2, Menkes Angkat Bicara

ADVERTISEMENT

Round Up

Transmisi COVID-19 Jawa Bali 'Ngegas' ke Level 2, Menkes Angkat Bicara

Alethea Pricila - detikHealth
Sabtu, 26 Nov 2022 05:30 WIB
Sejumlah jurnalis menjalani test swab antigen di Kantor BPOM, Jakarta, Kamis (17/11/2022). Indonesia mencatat sebanyak 7.822 kasus baru COVID-19, Kamis (17/11/2022), Kasus aktif kini sebanyak 60.471 kasus.
Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Selama sebulan terakhir, tercatat 143.405 kasus akumulatif COVID-19 di Indonesia dengan penambahan kasus tertinggi pada 16 November dengan total 8.486 pasien. Angka tersebut menjadi sorotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Laporan WHO Situation Report yang dirilis pada 22 November itu menyinggung insiden kasus tingkat nasional yang kian meningkat selama lima pekan terakhir. Pasalnya, kenaikkan ini hampir dilaporkan di sebagian besar wilayah Indonesia, terkecuali di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

"Pada 20 November, insiden kasus per 100.000 penduduk adalah 15,0 di tingkat nasional; peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan insiden kasus sebelumnya di 4,1 pada laporan WHO per Oktober," tulis WHO dalam laporannya, dikutip Jumat (25/11/2022).

Hal ini berarti, secara nasional kasus COVID-19 masih berada di level 1 yaitu kurang dari 20 per 100 ribu penduduk. Namun, kalau dilihat secara lebih rinci, insiden kasus di Jawa Bali ini sudah di atas level 1 dalam penularan atau transmisi komunitas.

Alasan WHO Tetapkan COVID-19 Jawa-Bali Level 2

WHO mencatat insiden kasus Jawa Bali yakni 22,5 per 100 ribu penduduk. Artinya, wilayah ini masuk kategori level 2 karena level transmisi komunitas telah melampaui 20. Sementara Sumatera masuk kategori level 3 dengan 68,3 per 100 ribu penduduk. Menurut WHO, level 3 terjadi saat suatu wilayah melaporkan insiden kasus di 50 hingga kurang dari 150 per 100.000 penduduk.

Meski begitu, beberapa wilayah seperti pulau kalimantan relatif lebih rendah yakni 11,5 per 100 ribu penduduk dan Nusa Tenggara-Maluku-Papua mencatat insiden kasus 5,2 per 100 ribu penduduk.

Respons Menkes

Terkait hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut tren peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia ini terjadi akibat subvarian Omicron XBB maupun BQ.1 yang bakal terus meningkat. Ia menyebut, dalam waktu dekat kasus harian berada di puncak rata-rata dengan prediksi bisa mencapai 10-15 ribu per hari.

"COVID-19 sekarang akan naik dan masih akan naik. Kita meneliti setiap hari peak-nya sudah hampir tercapai. Perkiraan Desember ini sudah harus tercapai," ungkapnya saat menanggapi pertanyaan WHO menetapkan Jawa Bali di level 2 COVID-19, saat ditemui di Hotel Shangri La, Jumat (25/11/2022).

Sejauh ini, kasus harian COVID-19 tertinggi dilaporkan mencapai 9 ribu. Menkes menyebut berkaca pada apa yang terjadi di negara lain, jumlah penambahan infeksi COVID-19 per harinya disebut bisa jauh lebih tinggi.

"Tercapainya berapa? Kalau di negara lain lebih tinggi BA.4 dan BA.5. Sekarang kita juga lebih tinggi udah 8 ribuan? Tapi kita tidak akan setinggi BA.1," ucap Menkes.

"Jadi aku rasa 20 ribuan pun kita pernah sampai we are still be okay," pungkasnya.

NEXT: Rincian Kasus di Indonesia



Simak Video "99% Warga RI Kebal Covid-19, Kemenkes: Kuncinya Kelengkapan Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT