Gaduh Wacana 'BPJS Orang Kaya', Menkes Buka-bukaan Jelaskan Maksudnya

ADVERTISEMENT

Round Up

Gaduh Wacana 'BPJS Orang Kaya', Menkes Buka-bukaan Jelaskan Maksudnya

Hana Nushratu Uzma - detikHealth
Sabtu, 26 Nov 2022 06:15 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR di gedung Parlemen, Jakarta, Senin (7/11/22). Rapat membahas penanganan stunting.
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka suara soal heboh BPJS Kesehatan 'orang kaya'. Ia meluruskan, 'pengelompokan' tersebut bukan berarti menghilangkan hak seluruh peserta berdasarkan status sosial.

"Konsep asuransi sosial tertentu yang baik adalah mengcover seluruh masyarakat Indonesia yang kaya, miskin, tua, muda, Sabang sampai Merauke tapi dengan standar tertentu," beber Menkes saat ditemui di Hotel Shangri La, Jumat (25/11/2022).

Budi menuturkan, BPJS Kesehatan tentu sewajarnya memberikan tanggungan kepada 270 juta masyarakat Indonesia. Namun, perlu ada definisi penganggaran yang baik agar pembiayaan atau tanggungan dana layanan tambahan kesehatan tidak terlampau luas.

"Nah, untuk tambahannya standar layanan tertentu dan ini nggak boleh terlampau besar, ini akan negatif terus," sambung dia.

Artinya, 'BPJS Kesehatan' orang kaya yang dimaksud adalah prioritas pemerintah untuk menanggung layanan tambahan hanya untuk masyarakat dengan pendapatan rendah.

Menkes juga mengimbau agar orang-orang kaya tidak menuntut BPJS untuk menanggung obat non-generik. Sebab, hal itu menyulitkan masyarakat yang berpendapatan rendah.

"Kalau yang miskin benar- benar perlu itu dibayar negara," pungkasnya.

NEXT: Menkes Minta Orang Kaya Pakai Asuransi Swasta



Simak Video "Minta Tak Diskriminasi, BPJS Kesehatan Beberkan Inovasi Pelayanan Baru"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT