Riset Baru Buktikan Vape Tak Lebih Baik dari Rokok, Gigi Bisa Jadi Begini

ADVERTISEMENT

Riset Baru Buktikan Vape Tak Lebih Baik dari Rokok, Gigi Bisa Jadi Begini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 28 Nov 2022 18:02 WIB
ilustrasi vape
Teryata vape bisa menyebabkan kerusakan gigi, seperti karies gigi atau gigi berlubang. (Foto: iStock)
Jakarta -

Vape atau rokok elektrik kerap dipilih karena dianggap 'lebih baik' dibandingkan rokok konvensional. Namun, ternyata vape tidak hanya merusak paru-paru, tetapi bisa menyebabkan kerusakan gigi.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa vape mungkin bisa menyebabkan karies gigi. Ini merupakan kondisi di area gigi yang rusak secara permanen dan menjadi berlubang, atau disebut sebagai gigi berlubang.

Para peneliti menemukan bahwa 79 persen orang yang berkonsultasi ke klinik gigi mengaku nge-vape. Mereka disebut sangat berisiko tinggi mengalami karies gigi.

"Penelitian ini menemukan bahwa saat memeriksa catatan pasien, individu yang melaporkan penggunaan rokok elektrik/vape memiliki risiko lebih tinggi terkena kerusakan gigi dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan vape/rokok elektrik," kata penulis utama studi sekaligus asisten profesor di Tufts University School of Dental Medicine, Karina Irusa, dikutip dari Express UK, Senin (28/11/2022).

Dalam studi ini, para peneliti mengamati lebih dari 13.000 pasien yang mengunjungi klinik gigi di Tufts. Hasilnya, 91 orang mengaku menggunakan vape.

Karina Irusa mengatakan studi yang diterbitkan dalam The Journal of American Dental Association ini tidak bersifat tepat 100 persen. Tetapi, ini perlu diwaspadai.

"Penting untuk dipahami bahwa ini adalah data awal. Ini tidak 100% konklusif, tetapi orang perlu menyadari apa yang kami lihat," tegasnya.

Apa Hubungan Vape dengan Gigi Berlubang?

Vape menggunakan tenaga baterai sebagai sumber panas untuk mengubah cairan yang diproduksi menjadi aerosol yang dapat dihirup. Cairannya yang biasanya manis dan memiliki konsistensi yang lengket serta kental itu dapat menyebabkan gigi berlubang.

Saat cairan dipanaskan akan berubah menjadi aerosol dan terhirup. Cairan itu akan melewati gigi dan menempel di gigi. Sebuah studi pada 2018 lalu yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menyamakan sifat rokok elektrik dengan minuman asam.

Namun, ada penjelasan lain yang menjelaskan hubungan antara vape dengan gigi berlubang. Salah satunya vape menyebabkan mulut kering.

"Hipotesis saat ini adalah bahwa vaping dapat menyebabkan mulut kering, menghilangkan kemampuan rongga mulut untuk membersihkan diri sendiri melalui air liur," jelas Karina Irusa.

"Kami juga percaya bahwa vaping menyebabkan pergeseran bakteri mulut yang mendukung perkembangbiakan bakteri yang menyebabkan pembusukan," pungkasnya.



Simak Video "Bahaya Vape Vs Rokok"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT