Tim Dokter Ortopedi Perkirakan Pemulihan Korban Gempa Cianjur 3-4 Bulan

ADVERTISEMENT

Tim Dokter Ortopedi Perkirakan Pemulihan Korban Gempa Cianjur 3-4 Bulan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 29 Nov 2022 12:06 WIB
Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah  korban yang tertimbun longsor akibat gempa di Kampung Cijedil, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (27/11/2022). Tim SAR gabungan kembali menemukan tiga korban sehingga menjadi 321 korban meninggal dan 11 orang belum ditemukan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
Korban gempa Cianjur. (Foto: ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Jakarta -

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Prof. Dr. dr. Ismail H.D., Sp.OT(K) dan tim memantau kondisi korban gempa Cianjur yang dirawat di RS Hasan Sadikin, Bandung. Ia juga melihat secara langsung bagaimana pelayanan ortoapedi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang dan Rumah Sakit Bhayangkara Cianjur.

dr Ismail mengatakan pelayanan orthopaedi pasca-gempa harus dikondisikan dengan baik.

"Karena proses pemulihan tindakan spesifikasi trauma terkait bedah dan muskuloskeletal atau orthopaedi akan membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan ke depan," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Selasa (29/11/2022).

Untuk mendukung pelayanan tersebut, ia berkoordinasi dengan tim pelayanan ortopaedi yang terdiri dari dokter spesialis, dokter residen, dan perawat dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Rumah Sakit Akademik UGM, dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta.

Tim terbagi menjadi empat yang masing-masing ditempatkan di desa berbeda yaitu bertugas di Kecamatan Cugenang Desa Sarampad dan Desa Talaga. Hal tersebut untuk memastikan pemerataan pelayanan orthopaedi di wilayah terdampak gempa. Dimana tim tersebut dibawah supervisi dari dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT(K).

Hari kedelapan pascagempa M 5,6 Cianjur, Jabar, tercatat jumlah korban tewas mencapai 323 jiwa. Sementara itu ada 108 orang luka berat yang masih dirawat di rumah sakit.

Laporan mengenai perkembangan penanganan kesehatan di Cianjur, ada lima penyakit besar yang ditangani tim kesehatan. Paling tinggi adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sebanyak 2.396 korban gempa yang mengalami ISPA. Kemudian grastritis atau peradangan selaput lendir lambung, yang dialami 1.349 korban gempa.



Simak Video "Anita Tanjung Beri Trauma Healing Anak-anak Korban Gempa Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT