Apa Bedanya Polio Paralisis dan Non Paralisis? Berikut Penjelasannya

ADVERTISEMENT

Apa Bedanya Polio Paralisis dan Non Paralisis? Berikut Penjelasannya

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikHealth
Selasa, 29 Nov 2022 19:19 WIB
Jakarta -

Virus polio adalah virus yang menyerang bagian saraf. Virus ini bisa menyebabkan kelumpuhan permanen bahkan bisa menular. Namun perlu diketahui bahwa jenis polio terbagi menjadi 2 bagian, polio paralisis dan polio non paralisis. Apa perbedaannya?

"Kalau infeksi polio itu penyebabnya virus ya. Virus ini biasanya akan menyerang saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan. Gejala-gejalanya itu sendiri awalnya bisa tidak bergejala, kemudian bisa juga bergejala. Gejala yang berat itu bisa menyerang saraf, yaitu bisa mengalami kelumpuhan itu istilah dari Paralytic atau Polio Paralisis," ungkap dr. Ni Made Chandra Mayasari M. Biomed, Sp.A pada program e-Life Jumat lalu (25/11/2022)

"Yang non paralisis itu tidak sampai menyebabkan kelumpuhan tapi bisa menyebabkan (penyakit) lain, seperti infeksi di otak. Kalau kita menyebutnya meningitis. Jadi gambarannya anaknya datang (ke dokter) itu keadaannya demam, kejang, itu juga salah satu bentuk dari polio non paralisis," lanjutnya.

Virus polio bisa menyebabkan kematian akibat adanya gangguan di saraf diafragma karena adanya gangguan nafas dan kelumpuhan di saluran nafas. Tak heran jika virus polio ini disebut virus mematikan.

"Ada juga polio yang munculnya kadang malah belakangan. Meskipun pada saat awal infeksinya teratasi. Misalnya dengan batuk pilek tidak terlalu berat, kejang. Tapi pada suatu saat nanti pada saat (virus polio) muncul kembali, bisa terjadi gangguan di saraf diafragma, misalnya. Nanti dia (si anak) akan mengalami gangguan nafas, dan menyebabkan kelumpuhan di saluran nafas. Akibatnya bisa menyebabkan kematian yang disebabkan oleh kelumpuhan pada nafasnya tersebut," jelas dr. Ni Made Chandra Mayasari M. Biomed, Sp.A, atau yang akrab disapa dr. Chandra.

"Ini sangat menakutkan sebenarnya kalau misalnya kita tidak cegah, tidak antisipasi dengan baik. Karena kalau Polio Paralisis itu efeknya permanen. Kebayang dong seumur hidup anak kecil jadi permanen nggak bisa punya quality of life yang baik, itu pasti sedih banget," pungkasnya.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT