Nyeri Punggung di Usia Muda? Pahami Penyebab & Cara Pengobatannya

ADVERTISEMENT

Nyeri Punggung di Usia Muda? Pahami Penyebab & Cara Pengobatannya

Sponsored - detikHealth
Rabu, 30 Nov 2022 14:12 WIB
Ilustrasi Sakit Pinggang
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Kondisi nyeri pada bagian punggung dan pinggang dianggap sebagai penyakit orang-orang lanjut usia. Tapi sekarang, mereka yang masih berusia muda justru banyak mengeluhkan hal yang sama.

Dari banyaknya faktor, pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat dianggap jadi salah satu faktor pemicu mengapa orang muda mengalami nyeri punggung dan pinggang atau yang dikenal dengan Low Back Pain.

Selain itu, rutinitas dan pekerjaan yang mengharuskan orang-orang muda duduk dalam waktu yang lama dinilai jadi salah satu penyebab lainnya. Mulai dari duduk di depan komputer seharian dan aktivitas mengangkat beban berat dengan posisi dan cara yang salah.

Gejala yang dikeluhkan pun beragam, mulai dari nyeri di pinggang, tidak bisa bergerak leluasa, otot yang terasa tegang, pusing hingga kesemutan.

"Low Back Pain sesuatu yang berbeda. Low back pain 80-90 persen terjadi otot dan ligamen," ujar Dokter Spesialis Ortopedi, dr. Nicko Perdana Hardiansyah, Sp.OT (K) Spine dari Mayapada Hospital dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, gejala Low Back Pain dan cara pengobatannya juga haruslah ditentukan sesuai derajat keparahan kondisi pasien. Pasien dengan keluhan gejala ringan, akan menghilang dengan istirahat namun berbeda dengan pasien yang mungkin gejalanya sudah lebih berat.

"Maka kami selalu berikan edukasi kepada pasien bagaimana peregangan atau stretching yang baik," ungkapnya.

Kondisi yang Banyak Dialami Orang Muda

Nicko menyebutkan saat ini prevalensi pasien bergeser ke usia lebih muda, yakni di rentang usia 30-40 tahun hingga bahkan 20 tahun. Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, gaya hidup dan terlalu banyak duduk saat bekerja di depan layar membuat seseorang mengalami keluhan nyeri pada punggung dan pinggangnya.

"Idealnya, umumnya duduk setelah 30 menit harus stretching boleh kombinasi ringan dengan gerakan sederhana atau berdiri. Begitu juga saat di mobil, ada cara peregangan yang benar," imbuhnya.

Kendati demikian, sambungnya, keluhan setiap pasien berbeda-beda. Karena itu, pengobatan untuk masing-masing pasien berbeda-beda pula.

"80-90&% itu akan sembuh dengan sendirinya. Tanpa intervensi aneh-aneh," ucapnya.

Kapan Harus ke Dokter Jika Mengalami Nyeri Punggung?

Meski ada beberapa kasus yang di mana nyeri hilang dengan sendirinya, ada juga yang justru sangat berbahaya. Nicko menjelaskan ada beberapa kasus yang menjadi alarm atau bendera merah (red flag) untuk menentukan kapan pasien harus segera ke dokter. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Nyeri punggung yang sudah mengganggu tidur
  • Terjadi penurunan kekuatan otot
  • Ada nyeri menjalar, hingga mengganggu pola berjalan

"Pastikan keluhan Anda tak disertai gangguan terhadap buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) hingga gangguan seksual. Karena ketika itu terjadi, belum tentu bahaya tapi ada something wrong," tutur Nicko.

Sementara itu, beberapa gejala Low Back Pain yang perlu diwaspadai adalah ketika tubuh mulai merasa pegal di bagian pinggang bawah (nyeri lokal) dan akan semakin terasa ketika kita beraktivitas. Namun pada beberapa kondisi, rasa nyerinya bisa hilang ketika tubuh sedang beristirahat namun tetap menyisakan rasa sakit dan membuat tubuh tidak nyaman.

Faktor Risiko yang Bisa Menyebabkan Low Back Pain

  • Usia

Keluhannya nyeri punggung dan pinggang yang paling sering terjadi pada orang dewasa muda di rentang usia 20-40 tahun. Selain itu, bisa jadi disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan juga. Umumnya, nyeri punggung disebabkan duduk terlalu lama dalam posisi yang salah.

  • Memiliki Riwayat Jatuh

Beberapa pasien penderita nyeri punggung dan pinggang, bisa jadi dikarenakan riwayat tubuh sebelumnya. Misalnya, pernah jatuh namun tidak ditangani hingga benar-benar sembuh. Efeknya terasa kembali mungkin setelah beberapa waktu.

  • Berat Badan Berlebih

Perlu dicek lagi, apakah pasien memiliki berat badan berlebih. Karena jika iya, nyeri tersebut bisa jadi karena tubuh yang tidak kuat untuk menahan bobot diri sendiri.

  • Posisi Dominan Membungkuk

Pada pasien tertentu, nyeri punggung dan pinggang yang dialami terjadi karena aktivitas sehari-hari yang memaksa tubuh berada pada posisi yang tidak tepat, seperti membungkuk.

  • Terlalu Sering Mengangkat Benda yang Berat

Terakhir, salah posisi atau terlalu sering mengangkat beban yang berat bisa berimbas pada struktur tulang belakang sehingga menimbulkan rasa nyeri nyeri.

Bagaimana Cara Berobat untuk Pasien Low Back Pain?

Setelah merasakan beberapa gejala yang sudah dijelaskan di atas, pasien bisa segera mengunjungi dokter terkait dan menjelaskan keluhan yang dirasakan. Setelah itu dokter akan melakukan asesmen atau pemeriksaan apa saja faktor risiko dan pemicunya.

"Setelah dianalisis paling banyak ternyata karena pengaruh aktivitas di tempat kerja atau sering angkat berat," kata Nicko.

Pertolongan pertama biasanya dokter memberikan obat-obatan ringan seperti pain killer, pelemas otot hingga fisioterapi.

"Pada pasien-pasien berat, bisa dilakukan penyuntikan, radiofrekuensi, hingga jalan terakhir adalah pembedahan hanya sekitar 3-5% pasien," ujarnya.

Pertolongan pertama pada pasien di rumah bisa juga menggunakan obat oles atau mengonsumsi pereda nyeri seperti paracetamol di tahap awal.

Faktor Lain Pemicu Low Back Pain

  • Saraf Terjepit

Perlu diketahui bahwa saraf di bagian belakang lebih rentan mengalami cedera. Sebaiknya, Anda lebih berhati-hati karena risiko untuk terjadi bagian luar saraf yang robek atau seperti rasa ketarik atau terjepit.

  • Penyempitan Tulang Belakang

Spinal stenosis atau bisa juga disebut sebagai penyempitan tulang belakang adalah kondisi ketika tulang belakang menyempit. Tekanan pada sumsum tulang belakang juga saraf di sekitarnya bisa menyebabkan mati rasa, kram, serta sakit pinggang belakang.

  • Abnormal Spine

Abnormal spine atau lekukan tulang belakang yang tidak normal terdiri dari beberapa jenis seperti skoliosis, kifosis, atau lordosis. Lengkungan yang tidak biasa tulang belakang ini bisa memberikan tekanan pada otot, tendon, ligamen, serta menyebabkan sakit pinggang belakang.

  • Radang Sendi

Peradangan pada area persendian tulang panggul biasanya diawali dengan robekan kecil. Dari kerusakan tersebut hingga menimbulkan rasa nyeri, butuh proses pergeseran tulang yang terjadi secara berulang kali.

Pengobatan Low Back Pain di Mayapada Hospital

Saat ini, Mayapada Hospital memberikan solusi untuk mengatasi nyeri pada daerah tulang belakang dengan beberapa terapi yakni, Heating: IRR/ SWD/ MWD, TENS/ Ultrasound dan Exercise/ Terapi Latihan

  • Heating

Heating adalah suatu bentuk pemanasan dengan modalitas tertentu seperti IRR, SWD, MWD yang digunakan sesuai dengan kebutuhan kondisi pasien.

  • TENS

TENS merupakan alat elektrikal terapi yang menghasilkan gelombang mekanik/getar dengan frekuensi tertentu.

  • Ultrasound

Ultrasound merupakan salah satu modalitas terapi yang berbentuk gelombang suara , menghasilkan efek micro massage pada jaringan yang diobati.

  • Terapi Latihan

Terapi Latihan dilakukan dengan menggunakan bermacam-macam metode dari massage (effleurage, friksen, palm kneading, dll), terapi latihan dari stretching, strengthening dan isometrik, serta Aktive Exercise.

Teknologi Endoskopi di Mayapada Hospital

Untuk mengatasi nyeri akibat gangguan tulang belakang perlu dilakukan tindakan BESS atau Biportal Endoscopic Spine Surgery. Karena Teknologi endoskopi tersebut lebih membuat pasien merasa nyaman.

"Permasalahan tulang belakang yang disebabkan oleh jepitan saraf kini tidak perlu dilakukan operasi bedah terbuka. Tindakan BESS adalah tindakan minimal invasif menggunakan alat endoskopi untuk mengatasi masalah tulang belakang," ungkap Nicko.

Teknik BESS dapat dilakukan pada pasien lansia karena dengan prosedur minimal invasif, risiko komplikasi menggunakan penanganan ini sangatlah minimal, dan waktu pemulihan juga lebih cepat sehingga aman untuk pasien lansia.

Teknologi BESS ini sangat menguntungkan pasien, sebab tingkat keberhasilannya yang tinggi dengan sayatan minimal dan durasi perawatan singkat. Jadi, pasien dapat terbebas dari keluhannya dan bisa kembali beraktivitas setelah penanganan dalam waktu yang cepat.

Mayapada Hospital memiliki Orthopedic Center yaitu layanan komprehensif untuk menangani gangguan pada tulang, sendi, dan otot, seperti gangguan pada tulang belakang, lutut, panggul, tangan dan kaki. Dengan didukung tim Dokter Spesialis Orthopedi dari berbagai subspesialisasi, Orthopedic Center Mayapada Hospital mampu menangani berbagai kasus seperti gangguan tulang belakang, penggantian sendi lutut dan panggul, cedera ligamen, tulang dan otot secara minimal invasif, termasuk cedera olahraga.

Untuk penanganan keluhan dan tindakan lanjutan yang akan dilakukan, Anda akan ditangani langsung oleh Tim Dokter Orthopedic Center Konsultan Spine Mayapada Hospital, antara lain:

  • Dr. Rizal Pohan, SpOT(K) Spine, Mayapada Hospital Tangerang
  • Dr. Starifulkani Arif, SpOT(K) Spine, Mayapada Hospital Jakarta Selatan
  • Dr. Nicko Perdana Hardiansyah, SpOT(K) Spine, Mayapada Hospital Kuningan
  • Dr. Putu Bagus Didiet Khresna Wibawa, SpOT(K) Spine, Mayapada Hospital Kuningan
  • Dr. Harun Rosidi, SpOT(K) Spine, Mayapada Hospital Bogor

Jika saat ini Anda sedang merasakan beberapa gejala nyeri pada punggung dan pinggang, Anda bisa segera mengunjungi Rumah Sakit Mayapada terdekat untuk melakukan konsultasi atau penanganan lebih lanjut.

Selain itu, anda juga bisa mengunjungi laman resmi Mayapada Hospital pada link Mayapada Hospital untuk melihat detail lengkap teknik penangan BESS. Untuk melihat daftar Tim Dokter Orthopedic Center Konsultan Spine Mayapada Hospital serta melakukan konsultasi online, melihat jadwal dokter dan membuat janji temu bisa Anda lakukan lewat tautan berikut ini.

(Content Promotion/Mayapada Hospital)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT