Korban Gagal Ginjal Alami Efek Jangka Panjang, Menkes: Biaya Diurus hingga Tuntas

ADVERTISEMENT

Korban Gagal Ginjal Alami Efek Jangka Panjang, Menkes: Biaya Diurus hingga Tuntas

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 01 Des 2022 08:34 WIB
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah bakal menanggung seluruh biaya pasien korban gagal ginjal akut. Tanggungan ini disebutnya berlaku hingga pasien dinyatakan sembuh.

"Memang arahan Bapak Presiden semua biaya perawatan akan kita tanggung dari pasien. Iya (sampai tuntas)," katanya usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI Rabu, (30/11/2022).

Sebelumnya diketahui, kasus gagal ginjal akut tidak bertambah usai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menarik sejumlah obat yang tercemar etilen glikol dan dietilen glikol. Sayangnya, masih banyak pasien anak yang membutuhkan perawatan akibat diduga keracunan dua zat toksik tersebut.

Seperti yang dialami anak Desi, Sheena, nyaris tiga bulan berlalu dirawat di RSCM, kondisinya masih belum membaik. Ginjalnya memang kembali berfungsi, namun ia dinyatakan terkena gangguan saraf yang dipicu zat toksik menjalar ke otak.

Akibatnya, kondisi Sheena kini masih bel bisa banyak bergerak alias tubuh kaku. Ia juga disebut tidak bisa berbicara.

Karenanya, Desi berharap pemerintah bertanggung jawab dengan pembiayaan korban gagal ginjal akut hingga bisa kembali pulih dan normal. Sheena yang baru berusia 4 tahun 11 bulan mulanya meminum sirup parasetamol yang diresepkan dokter, dua hari setelahnya ia muntah-muntah dan tidak bisa buang air kecil.

"Badannya kaku, tangannya kaku, ada luka di belakang kepala memang terlalu lama dia tidur di ruang PICU karena keadaanya sangat kritis jadi nggak bisa digerakin, jadi mengakibatkan luka di belakang kepalanya sampai saat ini," cerita dia saat ditemui detikcom di kawasan Jakarta Selatan Rabu (30/11/2022).

(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT