Ngerinya 'Wabah' Fentanil Serang AS, Warga Sampai Tewas di Jalanan

ADVERTISEMENT

Ngerinya 'Wabah' Fentanil Serang AS, Warga Sampai Tewas di Jalanan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 01 Des 2022 14:00 WIB
Di sebuah gang kecil di Los Angeles yang kotor, penuh tunawisma pecandu fentanil yang sakau. Beberapa dari mereka bahkan tewas karena overdosis.
Foto: AP Photo/Jae C. Hong
Jakarta -

Geger lebih dari 100 ribu warga Amerika Serikat meninggal dunia akibat overdosis obat dalam satu tahun ke belakang, selama pandemi COVID-19. Disebut sebagai wabah horor fentanil lantaran banyak warga AS ditemukan tak bernyawa usai mengonsumsi opioid sintetis tersebut.

AS pertama kali mencatat angka kematian tahunan tertinggi akibat obat-obatan. Menurut Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kematian akibat overdosis obat tercatat melonjak 28,5 persen selama 12 bulan terakhir sejak April lalu.

Perkiraan para ahli yakni kemungkinan lonjakan overdosis obat dipicu beban psikologis pandemi dan semakin maraknya peredaran opioid sintetis yakni fentanil.

Pakar penyalahgunaan narkoba dan Profesor epidemiologi di Columbia University buka suara. Menurut dia, tren kematian akibat overdosis obat memang meningkat eksponensial dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, yang membuatnya semakin parah adalah pandemi.

"Data-data yang tersedia menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang mengonsumsi obat, yang kita tahu merupakan faktor risiko overdosis," jelasnya.

"Ada juga penurunan akses ke layanan kesehatan yang dapat mendukung pencegahan, pengurangan bahaya, pengobatan, dan pemulihan overdosis."

Mirisnya lagi, jumlah kematian akibat obat-obatan melampaui catatan kematian akibat senjata api, kecelakaan mobil, dan flu.

Peningkatan tertinggi dalam kematian akibat overdosis tercatat di Vermont, tempat jumlah kematian naik 70 persen menjadi 209. Vermont diikuti oleh Virginia Barat (62 persen) dan Kentucky (55 persen).

Kenapa Fentanil?

Menurut Kayes, opioid sintetis terutama fentanyl menjadi kontributor terbesar melonjaknya kematian akibat overdosis obat. Pengguna obat seperti kokain atau metamfetamin belakangan semakin sering dinyatakan positif fentanil.

"Ini semacam epidemi bergerak yang awalnya terkonsentrasi pada orang-orang yang sering menggunakan opioid seperti heroin, tetapi sekarang mulai menyebar ke orang-orang yang menggunakan obat lain juga," kata dia.

"Itu dengan cepat meningkatkan angka kematian akibat overdosis pada pengguna obat-obatan yang lebih luas."

Shannon Monnat, direktur Lerner Center for Public Health Promotion di Syracuse University, mengatakan wabah ini bak tragedi untuk AS.

"Bahkan setelah Covid berakhir, overdosis kemungkinan besar akan terus meningkat," katanya. "Kita harus menangkal krisis ini dari berbagai sisi."



Simak Video "Catat Lebih dari 92 Juta Kasus, Warga AS Pesimis soal Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT