Penampakan Ciri-ciri Virus Zombie, Benarkah Seseram yang di Film?

ADVERTISEMENT

Penampakan Ciri-ciri Virus Zombie, Benarkah Seseram yang di Film?

Fadilla Namira - detikHealth
Senin, 05 Des 2022 20:33 WIB
COVID Belum Kelar, Ilmuwan Ketar-Ketir ‘Virus Zombi’ Ancam Manusia
Foto: An update on eukaryotic viruses revived from ancient permafrost
Jakarta -

Dunia digegerkan dengan kemunculan virus zombie yang ditemukan oleh sekelompok ilmuwan asal Prancis, Jerman, dan Rusia. Lantas, apakah ciri-ciri virus zombie akan sama dengan tayangan di film?

Temuan virus zombie ini bersumber dari bekuan tanah permafrost yang mencair akibat pemanasan global di Siberia, Rusia. Sebagai informasi, permafrost adalah wilayah bekuan tanah di bawah 0 derajat celcius selama bertahun-tahun.

Penelitian yang diterbitkan oleh BioRxiv pada November 2022 menyebut para ilmuwan berhasil mengaktifkan kembali dan mengkategorikan 13 patogen yang berumur lebih dari 48.500 tersebut. Tujuannya adalah menganalisis dampak kefatalan dan risiko yang diakibatkannya.

Sebab diketahui, virus zombie berpotensi menular sehingga menjadi ancaman kesehatan di masa depan. Terlebih, krisis kesehatan yang masih melanda dunia membuat pakar khawatir efeknya akan melebihi pandemi COVID-19.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan tingkat infeksi virus yang tidak diketahui ini ketika terkena cahaya, panas, oksigen, dan faktor lingkungan luar ruangan lainnya.

"Berapa lama virus ini dapat tetap menular setelah terpapar kondisi luar ruangan, dan seberapa besar kemungkinan mereka akan bertemu dan menginfeksi inang yang sesuai dalam interval tersebut, masih belum dapat diperkirakan," tulis peneliti.

Ciri-ciri Virus Zombie

Berdasarkan laporan dan hasil gambar penelitian, terlihat beberapa virus dengan bentuk yang berbeda. Perlu diingat, ciri-ciri virus zombie yang dimaksud bukanlah gejala atau cara penularan dari virus, melainkan dari bentuknya.

'virus zombie''virus zombie' Foto: biorxiv.org
  • Gambar A menunjukkan merupakan partikel ovoid besar dengan panjang 1.000 nm (nanometer) dari Pandora Viruses dengan ostiole apeksnya yang khas (kepala panah putih).
  • Gambar B memperlihatkan campuran partikel Pandoravirus dengan Icosahedral Megavirus berbentuk "stargate" (struktur seperti bintang laut putih memahkotai puncak, panah putih).
  • Gambar C merupakan partikel memanjang dari Cedratvirus dengan ukuran 1.500 nm yang memperlihatkan dua struktur seperti gabus apeks (panah putih).
  • Gambar D adalah partikel memanjang dari Pithovirus dengan ukuran 1.900 nm yang menunjukkan struktur seperti gabus apeks tunggal (panah putih).
  • Gambar E mengarah partikel ikosahedral "berbulu" besar (berdiameter 770 nm) dari Megavirus dengan "stargate" (panah putih) yang menonjol.
  • Gambar F adalah partikel icosahedral yang lebih kecil (berdiameter 200 nm) tipikal dari Asfarvirus/Pacmanvirus.

Para ilmuwan meyakini virus zombie hanya sebagai kecil penemuan yang berada di puncak gunung es. Dampak suhu yang kian meninggi akibat efek rumah kaca bisa mempercepat pencairan es. Itu berarti, ada kemungkinan lebih banyak virus purba yang akan ditemukan di kemudian hari.

"Oleh karena itu, wajar untuk memikirkan risiko partikel virus purba tetap menular dan kembali ke sirkulasi dengan mencairnya lapisan permafrost kuno," tulis ilmuwan, dikutip dari Outlook India.



Simak Video "99 Persen Masyarakat Indonesia Sudah Punya Antibodi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT