Geger Eks Pekerja Lab Wuhan Sebut COVID-19 Buatan Manusia

ADVERTISEMENT

Geger Eks Pekerja Lab Wuhan Sebut COVID-19 Buatan Manusia

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 06 Des 2022 07:30 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Geger eks pekerja laboratorium di Wuhan menyebut asal-usul COVID-19 buatan manusia. Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Geger seorang mantan pekerja di laboratorium Wuhan blak-blakan menyebut bahwa COVID-19 adalah virus buatan manusia yang kemudian bocor dan merebak menjadi pandemi. Hal itu disampaikan oleh ahli epidemiologi sekaligus ilmuwan berbasis di AS yang juga sempat bekerja di laboratorium penelitian di Wuhan, yakni dr Andrew Huff.

Dalam bukunya berjudul 'The Truth about Wuhan', dr Huff membeberkan bahwa COVID-19 bocor dari Institut Virologi Wuhan (WIV), fasilitas penelitian yang dikelola dan didanai negara.

Laboratorium tersebut juga menerima pendanaan dari pemerintah AS untuk virus Corona di China. Namun lantaran laboratorium tersebut tidak dilengkapi fasilitas keamanan yang memadai, terjadilah kebocoran virus Corona dari laboratorium yang kemudian menyebar dan memicu pandemi COVID-19.

Mengingat, sudah lama laboratorium di Wuhan diungkit dalam banyak diskusi terkait asal-usul COVID-19. Namun pejabat pemerintah China dan pekerja laboratorium kerap kali menyangkal bahwa virus Corona berasal dari sana.

"Laboratorium asing tidak memiliki langkah-langkah kontrol yang memadai untuk memastikan biosafety, biosecurity, dan manajemen risiko yang tepat, yang pada akhirnya mengakibatkan kebocoran laboratorium di Institut Virologi Wuhan," kata dr Huff dalam bukunya, dikutip dari Business Standard, Selasa (6/12/2022).

Diketahui, dr Huff juga merupakan mantan wakil presiden dari EcoHealth Alliance, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di New York yang mempelajari penyakit menular. Selama lebih dari satu dekade, organisasi tersebut telah mempelajari beberapa virus Corona pada kelelawar dengan dana dari National Institutes of Health (NIH). Mereka juga telah menjalin hubungan dekat dengan laboratorium Wuhan.

NIH adalah lembaga utama pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas penelitian biomedis dan kesehatan masyarakat.

dr Huff bekerja di EcoHealth Alliance pada 2014-2016. Diakuinya, organisasi nirlaba tersebut membantu laboratorium Wuhan selama bertahun-tahun dalam mengembangkan 'metode terbaik yang ada untuk merekayasa virus Corona kelelawar untuk menyerang spesies lain'.

"China tahu sejak hari pertama bahwa ini adalah agen rekayasa genetika," ungkap Huff.

"Pemerintah AS harus disalahkan atas transfer bioteknologi berbahaya ke China," sambungnya.



Simak Video "99% Warga RI Kebal Covid-19, Kemenkes: Kuncinya Kelengkapan Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT