Simvastatin: Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai

ADVERTISEMENT

Simvastatin: Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai

Fadilla Namira - detikHealth
Selasa, 06 Des 2022 14:45 WIB
ilustrasi obat
Ilustrasi simvastatin (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Simvastatin merupakan obat penurun kolesterol jahat dan trigliserida (lemak) dalam darah. Selain itu, obat golongan statin ini efektif melemahkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Meski begitu, Simvastatin termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter.

Penumpukan kolesterol dan lemak dalam jangka panjang tentu membawa dampak buruk bagi tubuh, terutama masalah kardiovaskular dan neurologis. Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin seseorang akan mengalami komplikasi fatal dan meningkatkan risiko kematian.

Agar kerjanya semakin efektif, pengonsumsian obat ini harus dibarengi dengan olahraga rutin dan pola makan yang sehat. Simak dosis, efek samping, dan cara pemakaian obat simvastatin.

Dosis Simvastatin

Dikutip dari Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), penggunaan simvastatin tidak boleh sembarangan dan harus sesuai dengan yang dianjurkan. Berikut dosisnya berdasarkan umur dan indikasinya:

Penurun Kolesterol dan Lemak Tinggi dalam Darah (Dislipidemia)

  • Dewasa: 10-20 mg sekali sehari pada malam hari. Pada kasus yang parah, dosis awal dapat ditingkatkan menjadi 20-40 mg.

Menghambat Risiko Penyakit Jantung

  • Dewasa: 20-40 mg sekali sehari pada malam hari.

Meredakan Kolesterol Tinggi Bersifat Genetik (Familial Hypercholesterolemia)

  • Anak-anak: 10-40 mg sekali sekali pada malam hari.
  • Dewasa: 40 mg sekali sehari pada malam hari.

Efek Samping Simvastatin

Simvastatin biasanya memberikan efek samping ringan yang dapat ditolerir, misalnya sakit kepala, sembelit, mual, dan gejala pilek.

Namun, penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan otot yang dapat menyebabkan gagal ginjal. Segera hentikan jika timbul tanda-tanda gangguan ginjal, seperti volume urine berkurang, sulit buang air kecil, kaki bengkak, dan sesak napas.

Selain itu, laporkan ke dokter jika pasien mengalami reaksi alergi terhadap simvastatin berupa:

  • Kulit gatal-gatal
  • Sulit bernapas
  • Bengkak di wajah atau tenggorokan
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Mata terbakar
  • Ruam kulit yang disertai dengan melepuh atau mengelupas.

Aturan Pakai Simvastatin

Pengonsumsian simvastatin disarankan pada malam hari sesaat sebelum tidur. Obati ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan, namun jika dokter meresepkannya lebih dari sekali sehari sebaiknya diminum bersama makanan.

Gunakanlah obat ini sesuai petunjuk dan jangan melebihi dosis guna menghindari efek samping serius yang mengancam jiwa. Bila ingin melakukan pembedahan, hentikan penggunaan obat ini untuk sementara waktu.

Simvastatin tidak disarankan untuk pengidap gangguan hati, depresi, hepatitis C, HIV, gangguan kekebalan tubuh, dan pasien transplantasi organ. Pun ibu hamil dan menyusui demikian karena dikhawatirkan memberi kecacatan permanen pada bayi.

Hindari pengonsumsian jeruk bali dan alkohol karena mengakibatkan dampak fatal dan mengurangi keefektivitasannya. Selain itu, banyak obat yang dapat berinteraksi dengan simvastatin. Laporkan kepada dokter jika penggunaannya menjalani terapi obat lain, terutama delavirdin, fenofibrate, dan fluconazole.



Simak Video "Indonesia Catat 11 Ribu Kasus Baru Kanker pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT