Bumil Merapat! Mitos-mitos Kehamilan di Indonesia Ini Tak Perlu Dipercayai

ADVERTISEMENT

Bumil Merapat! Mitos-mitos Kehamilan di Indonesia Ini Tak Perlu Dipercayai

Alethea Pricila - detikHealth
Kamis, 08 Des 2022 14:03 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Indonesia mempunyai banyak kebudayaan yang tersebar di berbagai daerah. Tak heran, muncul mitos-mitos yang masih mereka percaya. Salah satu mitos terhadap ibu hamil seperti pada larangan untuk mengonsumsi makan tertentu.

Terkait hal ini, masih banyak makanan yang dipercaya dapat membuat membuat kulit lahir dengan putih dan bersih. Namun apakah mitos tersebut benar secara ilmiah? Dikutip dari berbagai sumber, ini mitos dan fakta mengenai kehamilan.

1. Harus Membawa Gunting, Benda Tajam atau Senjata

Mitos ini paling sering dilontarkan oleh sekitar kepada ibu hamil ketika mereka akan berpergian. Hal ini dipercaya dapat menjauhkan ibu hamil dari gangguan energi negatif atau makhluk halus. Namun ini hanyalah mitos belaka. Faktanya, membawa benda-benda tajam saat sedang hamil tidak akan berdampak apa-apa pada ibu hamil dan sang bayi.

2. Ibu Hamil Makan untuk Dua Orang

Istilah ini ternyata tidak ada bukti ilmiahnya. Nyatanya, berapa banyak tambahan makanan yang diperlukan ibu hamil menyesuaikan dengan berat dan tinggi badan serta usia kandungan.

Secara umum, ibu hamil membutuhkan 300-450 kalori tambahan setiap harinya. Tambahan tersebut dapat berasal dari cemilan seperti buah, telur rebus, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui, ibu hamil tidak dianjurkan untuk makan secara berlebihan karena akan berdampak buruk bagi ibu dan janinnya. Oleh karena itu konsumsi makanan yang sehat.

3. Morning Sickness Hanya Pagi hari

Mual serta muntah atau morning sickness yang hanya terjadi pada pagi hari hanyalah sebuah mitos. Faktanya, kondisi ini selama kehamilan dapat terjadi kapan saja akibat adanya perubahan hormon. Kebanyakan wanita akan mengalami kondisi ini pada pagi hari dan akan membaik setelah 3 bulan berikutnya.

Prof Dr dr Andon Hestiantoro, SpOG-KFer menyebut bahwa setidaknya 1 dari 5 wanita hamil akan mengalami morning sickness di trimester pertama. Kondisi ini biasanya tak akan lama dan dapat hilang sendirinya dengan atau tanpa konsumsi obat.

"Mual dan muntah pada kondisi morning sickness juga bisa diatasi dengan pijat di titik acute pressure. Sementara untuk meredakan gejala, ibu hamil dapat minum air jahe hangat atau minum obat anti mual," ungkap dokter yang praktik di RS Hermina Jatinegara.

4. Larangan Berhubungan Intim Saat Hamil

Aktivitas seks kerap dilarang saat hamil karena disebut membahayakan janin. Namun ini hanyalah mitos belaka. Memang dalam beberapa kasus tertentu dokter tidak merekomendasikan untuk melakukan hubungan seks ketika ibu hamil mengalami perdarahan selama kehamilan.

Bagi wanita yang memiliki masalah pada plasenta, insufisiensi serviks, hingga faktor lain yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya persalinan secara prematur harus mendiskusikan terlebih dahulu dengan obgyn sebelum berhubungan intim.

5. Tidak Boleh mandi Air Panas

Ini merupakan mitos yang masih dipercaya beberapa masyarakat. Faktanya, ibu hamil sangat aman apabila akan mandi dengan air hangat. Atur suhu dengan suam-suam kuku agar menjadi rileks setelah mandi air hangat.

Air mandi yang terlalu panas tidak disarankan karena dapat meningkatkan suhu inti tubuh ibu hamil sehingga menyebabkan terjadinya kepanasan, dehidrasi, atau pingsan.

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI



Simak Video "Apakah Makanan Pengaruhi Ukuran Payudara?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT