619 Anak di Bantul Kena TBC, Dinkes Tuding gegara Sering Diciumi

ADVERTISEMENT

619 Anak di Bantul Kena TBC, Dinkes Tuding gegara Sering Diciumi

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Kamis, 22 Des 2022 13:01 WIB
Cropped shot of a young businesswoman blowing her nose with a tissue in the office
Ilustrasi TBC. (Foto: iStock)
Jakarta -

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul melaporkan ada 1.216 kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayahnya. Sekitar 50 persen di antaranya terjadi pada anak-anak.

"Di Kabupaten Bantul, pada bulan Januari sampai November 2022 tercatat ada 1.216 kasus TBC yang ditemukan di seluruh fasilitas kesehatan. Sebanyak 619 di antaranya adalah kasus TBC anak dan 12 kasus pasien TBC resisten obat," jelas Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja yang dikutip dari detikJateng, Kamis (22/12/2022).

Agus menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak terjangkit TBC. Salah satunya masih banyak penderita TBC yang belum teridentifikasi dan belum diobati. Diperkirakan, jumlah kasus TBC di Bantul mencapai 2.431, tetapi yang baru terdeteksi hanya 1.216.

"Jadi anak memang ada risiko penularan, contoh anak umur 2 tahun kan sering digendong atau diciumin orang-orang. Hal itu risiko kontak makin tinggi," tutur Agus.

"Apalagi kerawanan akibat kurang gizi karena kondisinya, angka stunting juga masih ada terus. Jadi, ada potensi-potensi di dalam anak itu sendiri, sehingga daya tahan tubuh anak kurang," lanjut dia.

Agus menjelaskan bahwa TBC anak tidak menular. Namun, ada beberapa gejala TBC yang bisa diperhatikan seperti batuk lebih dari dua pekan, demam, dan mengalami penurunan berat badan.

"TBC anak tidak menularkan, tapi anak berpotensi tertular TBC tinggi," pungkasnya.

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI



Simak Video "Jokowi: Kesuksesan RI Tangani Covid Bisa Diaplikasikan ke Kasus Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT