11 Penyebab Pembuluh Darah Pecah di Otak, Dialami Ridwan Saidi Sebelum Meninggal

ADVERTISEMENT

11 Penyebab Pembuluh Darah Pecah di Otak, Dialami Ridwan Saidi Sebelum Meninggal

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Senin, 26 Des 2022 09:21 WIB
Biografi Ridwan Saidi
Ridwan Saidi meninggal dunia akibat pembuluh darah pecah (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Budayawan Betawi Ridwan Saidi meninggal dunia pada Minggu (25/12/2022). Ridwan meninggal di usianya 80 tahun. Adapun kabar ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon melalui Twitter.

"Selamat jalan Bg Ridwan Saidi ...," demikian yang tertulis dalam akun twitternya @fadlizon.

Sebelum meninggal, Budayawan Betawi ini sempat kritis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro, Tangerang Selatan, akibat pecahnya pembuluh darah pada batang otak.

Penyebab Pembuluh Darah Pecah di Otak

Dikutip dari Cleveland Clinic, pecah pembuluh darah di batang otak seperti dialami oleh Ridwan Saidi biasa juga disebut dengan perdarahan otak. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor. Misalnya saja, trauma kepala yang disebabkan karena terjatuh, kecelakaan mobil, atau cedera saat berolahraga.

Selain itu, ada juga beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan pembuluh darah pecah di otak atau perdarahan di otak, antara lain:

  1. Tekanan darah tinggi (hipertensi), yang dapat merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan pembuluh darah bocor atau pecah.
  2. Penumpukan timbunan lemak di arteri (aterosklerosis).
  3. Gumpalan darah yang terbentuk di otak atau berpindah ke otak dari bagian tubuh lain, yang merusak arteri dan menyebabkannya bocor.
  4. Pecahnya aneurisma serebral (titik lemah di dinding pembuluh darah yang membengkak dan pecah).
  5. Penumpukan protein amiloid di dalam dinding arteri otak (angiopati amiloid serebral).
  6. Kebocoran dari koneksi yang terbentuk secara tidak normal antara arteri dan vena (malformasi arteriovenosa).
  7. Gangguan perdarahan atau pengobatan dengan terapi antikoagulan (pengencer darah).
  8. Tumor otak yang menekan jaringan otak menyebabkan pendarahan.
  9. Merokok, penggunaan alkohol berat, atau penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain.
  10. Kondisi yang berkaitan dengan kehamilan atau persalinan, termasuk eklamsia, vaskulopati postpartum, atau perdarahan intraventrikular neonatal.
  11. Kondisi yang berkaitan dengan pembentukan kolagen yang tidak normal pada dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan dinding menjadi lemah, sehingga menyebabkan pecahnya dinding pembuluh.


Simak Video "Tips dan Waktu Olahraga yang Baik saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT