Psikolog Singgung FOMO di Balik Viralnya Mainan Lato-lato

Psikolog Singgung FOMO di Balik Viralnya Mainan Lato-lato

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 09 Jan 2023 19:30 WIB
Psikolog Singgung FOMO di Balik Viralnya Mainan Lato-lato
Tren permainan lato-lato. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Mainan lato-lato kini ngetren di banyak tempat. Seiring bunyinya yang terdengar di mana-mana, banyak warga mengeluh keberisikan setiap ada orang yang memainkan lato-lato di tempat umum. Fenomena ini disoroti oleh psikolog klinis. Disebutkannya, tren lato-lato tak terlepas dari kondisi Fear of Missing Out (FOMO).

"Fenomena tren ini kalau menurut saya pribadi ada kecenderungan seperti fenomena sosial lainnya yaitu FOMO," ujar psikolog klinis dan founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, Anastasia Sari Dewi, pada detikcom, Senin (9/1/2023).

"Nggak mau ketinggalan, penasaran, ingin mencoba. Apa lagi di depan mata banyak sekali yang main, banyak sekali yang jual. Jadi keinginan untuk mencoba juga semakin tinggi. Di mana ada supply, ada demand, dan lain sebagainya," sambungnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Sari menjelaskan, di samping risiko mengganggu ketenangan umum dan membahayakan fisik, mainan lato-lato juga berisiko memicu terabaikannya fokus pada kegiatan penting seperti belajar dan bekerja jika dimainkan dalam porsi terlalu banyak.

"Sebenarnya tujuannya baik untuk melatih ketangkasan, melatih keseimbangan, konsistensi gerakan dan lain sebagainya, itu kan sebenarnya bagus. Tapi kalau pada akhirnya menjadi semacam hal yang satu-satunya penting atau bisa dibanggakan, dipamerkan, atau dikompetisikan, dan lain-lain sampai mengabaikan tugasnya dia yang asli entah itu sekolah, kerja, dan lain sebagainya, ini yang sangat disayangkan," bebernya.

ADVERTISEMENT

"Jadi urutan prioritasnya tidak boleh tertukar. Yang mana hiburan, permainan, namanya saja permainan berarti tidak boleh menjadi yang utama," pungkas Sari.




(vyp/vyp)

Berita Terkait