Dialami Ibu Ferry Irawan, Apa Pemicu Pecah Pembuluh Darah?

ADVERTISEMENT

Dialami Ibu Ferry Irawan, Apa Pemicu Pecah Pembuluh Darah?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 19 Jan 2023 15:39 WIB
ferry irawan berbaju tahanan
Dialami ibu Ferry Irawan, apa pemicu pembuluh darah? (Foto: Deny Prastyo)
Jakarta -

Seiring Ferry Irawan yang kini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus KDRT terhadap istrinya yakni Venna Melinda, ibu dari Ferry Irawan kini dikabarkan mengalami pecah pembuluh darah.

Kabar tersebut telah dibenarkan oleh adik dari Ferry Irawan, Maya. Disebutkannya, kondisi pecah pembuluh darah tersebut disebabkan sang ibu amat terpukul mendengar berita dugaan KDRT yang menyangkut anaknya.

"Di (mata bagian) kiri mulai ada yang pecah, kejadian itu saat mendengar pertama kali ibu saya seperti ditimpa sesuatu yang besar," ungkap Maya dikutip dari detikNews, Kamis (19/1/2023).

Maya melanjutkan, kini ibunya tengah menjalani operasi imbas pecah pembuluh darah.

"Saya tenangkan ibu saya, saya urus ibu saya sejak ibu saya sakit hingga operasi, saya yang biayai dengan kakak-kakak saya," kata Maya lebih lanjut.

Pemicu Pecah Pembuluh Darah

Dikutip dari Mayo Clinic, aneurisma otak adalah tonjolan atau pembengkakan di pembuluh darah di otak. Aneurisma sering terlihat seperti buah beri yang tergantung di batangnya.

Pada kasus tertentu, aneurisma otak bisa bocor atau pecah, menyebabkan pendarahan ke otak. Pada kebanyakan kasus, pecahnya aneurisma otak terjadi di ruang antara otak dan jaringan tipis yang menutupi otak.

Lebih lanjut mengacu pada Medical News Today, aneurisma dapat terjadi di bagian tubuh manapun. Tekanan darah yang tinggi lebih mudah menggelembungkan dinding arteri yang melemah.

Namun di samping itu, hingga kini masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan penyebab pelemahan dinding arteri. Beberapa aneurisma, meski kurang umum, muncul sejak lahir sebagai defek arteri.

Aneurisma seringkali dipicu okeh gaya hidup dan karakteristik fisik tertentu. Berikut sejumlah faktor risiko pecah pembuluh darah:

  • Merokok
  • Riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Diet yang buruk
  • Kurang aktivitas fisik
  • Kegemukan

Sejauh ini, merokok diyakini sebagai faktor risiko yang paling umum. Konsumsi rokok terbukti tidak hanya meningkatkan penyakit kardiovaskular dan risiko aneurisma tetapi juga meningkatkan risiko pecahnya aneurisma.



Simak Video "Perlukah Pelaku KDRT Diterapi? Ini Kata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT