Buruan Booster! Menkes Isyaratkan Vaksin COVID Bakal Berbayar, Segini Harganya

ADVERTISEMENT

Buruan Booster! Menkes Isyaratkan Vaksin COVID Bakal Berbayar, Segini Harganya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 24 Jan 2023 11:34 WIB
Vaksinator dari Kesdam Jaya menyiapkan vaksin COVID-19 Zifivax saat diberlangsungnya vaksinasi di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Pemrpov DKI Jakarta menerima 49.120 dosis vaksin Zifivax dari Kementerian Kesehatan yang bisa digunakan untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi yang sebelumnya menggunakan vaksin Sinovac dan Sinopharm yang tersedia di 44 puskesmas kecamatan di Jakarta dan Taman Lapangan Banteng. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU
Vaksin COVID-19 booster nantinya berbayar. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan vaksinasi COVID-19 booster ke depan tidak bakal digratiskan untuk semua kelompok. Hanya penerima bantuan iuran (PBI) yang bisa mendapatkan fasilitas tersebut.

"Dan itu hanya vaksin dalam negeri, sedangkan vaksin yang lainnya akan kita masukkan vaksinasi rutin saja seperti vaksinasi influenza, jadi toh harganya berkisar antara 5 sampai 10 dolar," terang Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (24/1/2023).

"10 dolar kan artinya masih di bawah 200 ribu, jadi untuk yang non PBI masyarakat nanti akan kita buka bisa membeli vaksinnya sendiri dari apotek-apotek," lanjut Menkes.

Vaksinasi COVID-19 tidak lagi masuk program, melainkan menjadi vaksinasi rutin seperti influenza dan meningitis. Karenanya, Menkes menyebut beban negara bakal terkonsentrasi untuk warga dengan ekonomi rendah.

Sementara saat ini masih tersedia stok 9,3 juta vaksin yang terdiri dari vaksin dalam negeri Indovac maupun luar negeri hasil hibah dan pembelian seperti Pfizer hingga Janssen. Dari jumlah tersebut, masih tersisa kontrak pembelian vaksin COVID-19 yang rencananya bakal dikhususkan untuk ketersediaan vaksinasi balita.

Hal ini dikarenakan vaksin COVID-19 balita disediakan khusus dan hanya jenis Pfizer yang baru disetujui untuk digunakan pada kelompok tersebut. Vaksin COVID-19 balita juga masih akan dibahas bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) maupun ITAGI.

Simak Video 'Vaksinasi Booster Kedua untuk Masyarakat Dimulai Hari Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT