4 Manfaat Jamur Cordyceps, Beneran Bikin Jadi Zombie ala 'The Last of Us'?

ADVERTISEMENT

4 Manfaat Jamur Cordyceps, Beneran Bikin Jadi Zombie ala 'The Last of Us'?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 26 Jan 2023 08:00 WIB
Jamur Cordyceps Militaris untuk Obat COVID-19 yang diteliti LIPI untuk obat COVID-19
Jamur cordyceps yang bisa menginfeksi seseorang di serial film The Last of Us (Foto: (Getty Images/iStockphoto))
Jakarta -

Jamur cordyceps belakangan tengah ramai diperbincangkan masyarakat berkat serial film 'The Last of Us'. Dalam film tersebut, jamur ini menginfeksi manusia dan mengubahnya menjadi zombie. Padahal, faktanya tidak seperti itu. Jamur ini justru memiliki potensi manfaat untuk kesehatan, bahkan China menggunakan jamur ini untuk pengobatan tradisional lho.

Penelitian menunjukkan bahwa cordyceps memiliki sifat nutraceutical, yakni kombinasi dari "nutrisi" dan "farmasi". Istilah ini digunakan untuk menggambarkan sumber makanan atau produk turunan dari makanan yang dimaksudkan untuk memberikan manfaat medis atau kesehatan. Contoh tambahan nutraceutical termasuk produk susu yang diperkaya, seperti susu dengan vitamin D, atau produk herbal lainnya seperti jahe atau kunyit.

"Secara umum, cordyceps disebut-sebut sebagai penambah energi, dan penelitian menunjukkan bahwa jamur cordyceps memiliki efek anti-inflamasi, antioksidan, dan antitumor," kata Carrie Dennett, ahli nutrisi diet di Pacific Northwest dan pemilik Nutrition By Carrie, dikutip dari US News, Kamis (26/1/2023).

"Tampaknya mereka dapat bermanfaat bagi kesehatan paru-paru, hati, ginjal dan kekebalan tubuh, serta membantu menurunkan kolesterol," kata Dennett.

Berikut sejumlah manfaat jamur cordyceps untuk kesehatan yang perlu diketahui.

1. Melawan Radikal Bebas

Jamur Cordyceps mengandung sifat antioksidan yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Studi menunjukkan bahwa senyawa dalam jamur meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh, yang diperlukan untuk menetralisir kerusakan radikal bebas pada sel.

"Radikal bebas ini sering menargetkan sel-sel pankreas, jantung, dan pembuluh darah, antara lain," tutur Nancy Mitchell, seorang perawat terdaftar dengan lebih dari 37 tahun dalam perawatan geriatri.

2. Mencegah Kanker

Setidaknya satu penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol yang diperoleh dari cordyceps sinensis ditemukan memiliki sitotoksisitas pada sel kanker, artinya dapat membunuh sel kanker dan mencegah pembelahan dan pertumbuhan sel kanker lebih lanjut.

Studi lain menunjukkan bahwa ekstrak dari cordyceps sinensis dapat menghambat pertumbuhan tumor dan menjadi agen kemoterapi adjuvan yang potensial. Kemoterapi ajuvan adalah jenis terapi augmentasi yang biasanya digunakan selain terapi utama untuk memaksimalkan efektivitas pengobatan.

3. Mengontrol Gula Darah

Cordyceps telah terbukti mengurangi peradangan hingga membantu mengontrol gula darah. Menurut Mitchell, karena sifat anti-inflamasinya, jamur ini kerap dianggap penting dalam diet untuk melindungi dari penyakit diabetes tipe 2 dan kardiovaskular.

"Insulin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk menurunkan kadar glukosa darah dan menjaganya dalam kisaran yang aman," kata Mitchell.

"Ketika sel Anda tidak merespons insulin secara efisien, hal itu sering kali menyebabkan gula darah tinggi kronis dan diabetes tipe 2," imbuhnya lagi.

Kadar glukosa darah yang tinggi diketahui dapat merusak sel-sel lain dalam tubuh, seperti ginjal dan pembuluh darah. Kedua organ tersebut memainkan peran mendasar dalam sistem kardiovaskular. Pasokan darah yang terganggu sering menyebabkan penyakit jantung.

4. Dukungan Sistem Imun

Menurut tinjauan literatur Frontiers, sejumlah senyawa yang ada di cordyceps menunjukkan aktivitas imunostimulasi, yang berarti memodifikasi respons sistem kekebalan tubuh. Meningkatkan respons kekebalan dapat membantu tubuh melawan infeksi dan membuat seseorang tetap sehat.

Sebagian besar informasi yang berkaitan dengan efek cordyceps pada sistem kekebalan sebenarnya berasal dari penelitian pada kanker.

Meski memiliki banyak manfaat, jamur ini juga memiliki efek samping jika dikonsumsi, seperti mual hingga sakit perut. Selain itu, jamur ini juga belum cukup bukti apakah aman untuk dikonsumsi selama kehamilan atau saat menyusui.

"Jadi agar aman, sebaiknya tidak digunakan oleh wanita pada saat itu," kata Dennett.



Simak Video "Keterkaitan COVID-19 dengan Ledakan Kasus 'Jamur Hitam' di India"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT