Melaney Ricardo Putuskan Operasi Angkat Rahim, Ini Pemicunya

ADVERTISEMENT

Melaney Ricardo Putuskan Operasi Angkat Rahim, Ini Pemicunya

Hana Nushratu - detikHealth
Rabu, 01 Feb 2023 17:29 WIB
Jakarta -

Aktris Melaney Ricardo menceritakan pengalamannya terkait operasi angkat rahim yang dijalaninya pada Jumat (27/1/2023). Melalui akun Youtubenya, ia membeberkan sejumlah gejala yang menyebabkan ia mengambil keputusan tersebut.

Mulanya, Melaney merasa kesakitan setiap menstruasi. Gejala tersebut sebenarnya sudah sering ia rasakan bahkan sebelum melahirkan. Akan tetapi, akhir-akhir ini ia mengalami sakit yang luar biasa.

"Jadi saat dulu aku belum melahirkan, setiap menstruasi selalu sakit. Tapi akhir-akhir ini aku merasa sakitnya bener-bener ekstra. Dikasih painkiller pun masih terasa lumayan sakit. Kalau nggak ada painkiller sama sekali, hari pertama, hari kedua (menstruasi) automatically nggak bisa beraktivitas," ujar Melaney.

Darah menstruasi Melaney juga deras dan cair seperti cairan urine. Melaney berpikir banyaknya darah tersebut disebabkan karena dirinya masih sangat subur di usia 40 tahun.

Istri Tyson Lynch lantas memeriksakan dirinya ke dokter spesialis kandungan atau obgyn. Melaney didiagnosis mengidap adenomiosis.

"Jadi yang aku alami beberapa bulan ke belakang ini adalah, symptomps aku itu mengidap adenomiosis. Jadi agak mirip sama endometriosis," kata Melaney.

Dokter yang menangani Melaney, dr Caroline Tirtajasa, SpOG(K) menjelaskan bahwa adenomiosis adalah proses endometriosis yang tumbuh di otot rahim. dr Caroline juga menjelaskan kram menstruasi harus segera dilakukan pengecekan bila sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan harus minum obat anti nyeri.

"Endometriosis ini adalah jaringan, endometrium yang tumbuh di luar dinding rahim yang normal," ujar dr Caroline.

Rahim Melaney Diangkat

Melaney mengungkapkan, ia sempat menjalani berbagai macam terapi dan pengobatan. Seperti pil KB, terapi hormon, dan suntikan. Ibu dua anak ini menuturkan, pengobatan-pengobatan tersebut membantu dirinya agar mengurangi rasa sakit saat menstruasi.

Melaney merasa senang karena dirinya tidak mengalami menstruasi selama berbulan-bulan ketika menjalani pengobatan. Akan tetapi, Melaney merasakan gejala-gejala bak wanita menopause seperti sakit kepala, jerawat punggung, selalu merasa kepanasan (hot flashes), dan vagina kering.

"Itu bagian punggung, breakout, jerawat parah banget," kata Melaney.

Pilihan terakhir yang dilakukan yakni menjalani pengangkatan rahim. Setelah dioperasi, Melaney merasa lebih baik.

Setelah diangkat rahimnya, Melaney tidak merasakan menstruasi dan tidak mengalami menopause dini. Ovarium Melaney tidak ikut diangkat, sehingga ia masih bisa berhubungan seks.

"Jadi untuk berhubungan suami istri masih bisa," tutur Melaney.

NEXT: Mengenal Adenomiosis

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT