Apa Itu Sindrom Tourette, Diidap Lewis Capaldi hingga Kambuh saat Konser

Apa Itu Sindrom Tourette, Diidap Lewis Capaldi hingga Kambuh saat Konser

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 28 Feb 2023 14:50 WIB
Apa Itu Sindrom Tourette, Diidap Lewis Capaldi hingga Kambuh saat Konser
Lewis Capaldi mengidap sindrom tourette dan kambuh saat konser di Jerman. Kondisi itu membuatnya sampai kesulitan bernyanyi. (Foto: Frazer Harrison/Getty Images for The Recording Academy )
Jakarta -

Lewis Capaldi baru-baru ini tengah menjadi sorotan setelah penyakit sindrom tourette yang diidapnya kambuh saat konser di Jerman, Selasa (21/2/2023).

Akibat kondisi tersebut, penyanyi berusia 26 tahun itu mendadak kesulitan bernyanyi dan berhenti di tengah-tengah lagu yang dibawakannya saat itu yakni Someone You Loved. Para penonton dan fans pun membantu Lewis untuk menyelesaikan lagu yang dinyanyikannya saat itu.

"Kami mendukungmu!! @LewisCapaldi," tulis penggemar di video tersebut, dikutip dari Foxnews.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Mayo Clinic, sindrom tourette (too-RET) merupakan gangguan yang membuat pengidapnya melakukan (tics), yaitu gerakan atau ucapan berulang di luar kendali. Kondisi ini biasanya muncul di usia 2 sampai 15 tahun, dan lebih umum terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Hingga saat ini obat untuk sindrom tersebut masih belum ada, namun tersedia sejumlah perawatan. Banyak orang dengan sindrom tourette tidak memerlukan pengobatan ketika gejalanya tidak mengganggu. Juga, tics biasanya akan berkurang atau menjadi terkontrol setelah masa remaja.

ADVERTISEMENT

Gejala Sindrom Tourette

Gejala umum sindrom tourette adalah gerakan berulang di luar kendali atau dikenal dengan sebutan tics. Tics dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Tics sederhana, yaitu tics yang terjadi secara tiba-tiba, singkat, dan berulang. Kondisi ini melibatkan sejumlah kelompok otot yang terbatas.
  • Tics kompleks, yaitu pola gerakan yang berbeda dan terkoordinasi yang melibatkan beberapa kelompok otot.

Tics juga dapat melibatkan gerakan (Motor tics) atau suara (vocal tics). Berikut penjelasannya.

Motor tics ditandai dengan gerakan yang sama secara berulang. Motor tics dapat melibatkan kelompok otot tertentu saja (simple tics), atau beberapa otot sekaligus (complex tics).

Beberapa gerakan yang termasuk ke dalam simple motor tics adalah:

  • Mengedipkan mata
  • Menganggukkan atau menggelengkan kepala
  • Mengangkat bahu
  • Menggerak-gerakkan mulut

Sedangkan pada complex motor tics, penderita umumnya mengulang gerakan, seperti:

  • Menyentuh atau mencium suatu benda
  • Meniru gerakan suatu objek
  • Menekuk atau memutar badan
  • Melangkah dalam pola tertentu
  • Melompat
  • Vocal tics
  • Vocal tics ditandai dengan membuat suara yang berulang. Sama seperti motor tics, vocal tics juga bisa terjadi dalam bentuk simple tics maupun complex tics.

Beberapa contoh dari simple vocal tics adalah:

  • Batuk
  • Berdahak
  • Bersuara menyerupai binatang, seperti menggonggong

Sedangkan pada complex vocal tics, gejala yang muncul antara lain:

  • Mengulang perkataan sendiri
  • Mengulang perkataan orang lain
  • Mengucapkan kata-kata kasar dan vulgar

Sebelum gejala motor tics atau vocal tics muncul, pengidap mungkin akan mengalami sensasi tertentu di tubuh, seperti gatal, kesemutan, atau ketegangan. Sensasi tersebut akan hilang setelah tics muncul.




(suc/naf)

Berita Terkait