Viral Malas Mandi Pertanda Gangguan Jiwa, Psikolog Ingatkan Bahaya Self Diagnose

Viral Malas Mandi Pertanda Gangguan Jiwa, Psikolog Ingatkan Bahaya Self Diagnose

Charina Elliani - detikHealth
Rabu, 12 Apr 2023 14:30 WIB
Viral Malas Mandi Pertanda Gangguan Jiwa, Psikolog Ingatkan Bahaya Self Diagnose
Viral malas mandi dikaitkan dengan tanda gangguan jiwa. Psikolog ingatkan bahaya self diagnose. (Foto: iStock)
Jakarta -

Baru-baru ini, unggahan yang menjelaskan sejumlah gejala atau 'ciri-ciri gangguan jiwa tahap awal' ramai dibincangkan di media sosial.

Unggahan yang sudah dilihat lebih dari 100 ribu pengguna itu mengatakan bahwa ciri-ciri gangguan jiwa tahap awal adalah malas mandi, gampang lupa, mood mudah berubah, hobi rebahan tapi susah tidur, dan susah untuk berkonsentrasi.

Psikolog klinis Annisa Mega Radyani, MPsi, dari Ohana Space menjelaskan bahwa ciri-ciri tersebut sulit untuk dikatakan sebagai ciri gangguan jiwa tahap awal karena menjurus pada tindakan self diagnose atau diagnosis yang dilakukan secara mandiri tanpa adanya dampingan dari profesional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Annisa menjelaskan dalam ilmu psikologi, ciri-ciri orang yang memiliki masalah psikologis umumnya merujuk pada kriteria 4D yang terdiri atas deviance, distress, dysfunction, dan danger.

1. Deviance

Deviance didefinisikan sebagai perilaku yang menyimpang dari norma sosial atau norma di masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Deviance itu ketika seseorang sudah tidak lagi mengikuti norma atau aturan sosial yang berlaku. Artinya dia sudah melakukan hal-hal yang melanggar norma masyarakat yang mungkin jadinya perilakunya bermasalah gitu," jelas Annisa.

2. Distress

Distress merupakan kondisi ketika perilaku atau kondisi sebuah individu membuat dirinya merasakan stres atau tekanan yang besar pada dirinya sendiri sehingga dia merasa bahwa secara emosional tidak nyaman atau merasa tertekan.

Terlebih bila kondisi distress atau perasaan tertekan ini dirasakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.

"Ketika seseorang sudah merasa distress, apalagi terus menerus, waktunya nggak cuma satu hari dua hari, mungkin dua minggu atau satu bulan, istilahnya distress atau tekanan yang berkepanjangan itu bisa jadi ciri-ciri juga," ungkap Annisa.

3. Dysfunction

Dysfunction adalah kondisi ketika seseorang sudah merasakan kesulitan untuk menjalankan fungsinya sehari-hari. Kondisi ini bisa membuat seseorang sulit untuk berkegiatan sehari-hari, tidak memiliki energi untuk bekerja atau belajar atau bahkan untuk melakukan aktivitas yang sebelumnya disukai.

4. Danger

"Ketika memang individu tersebut menunjukkan adanya bahaya, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Jadi kalau memang misalnya dia punya keinginan untuk melukai diri atau mengakhiri hidup, atau bahkan dia melukai orang lain atau hewan atau yang lain, itu adalah danger," pungkas Annisa.

Menurut Annisa, empat kriteria tersebut bisa menjadi dasar dalam menilai ciri-ciri perilaku yang tergolong bermasalah atau mungkin memiliki masalah psikologis. Namun, mengalami kondisi-kondisi tersebut juga belum berarti seseorang tergolong mengalami gangguan jiwa.

"Jadi kalau misalnya dia sudah memenuhi empat-empatnya atau memenuhi salah satunya, bisa jadi dia perlu pendampingan psikologis, tapi belum tentu dia punya gangguan jiwa," katanya.

Lebih lanjut, Annisa menjelaskan bahwa ada rujukan lain yang bisa digunakan untuk mengetahui ciri-ciri masalah psikologis selain dari kriteria 4D tersebut, yaitu dari UU Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014 yang dapat diakses secara umum.

Dalam UU tersebut, terdapat dua istilah yang digunakan, yaitu orang dengan masalah kejiwaan atau ODMK dan orang dengan gangguan kejiwaan atau ODGJ.

"Nah kalau dari situ, perbedaannya adalah ODMK atau orang dengan masalah kejiwaan itu orang yang memiliki masalah secara fisik, mental, sosial, pertumbuhan, dan perkembangan, ataupun kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa," jelasnya.

"Sedangkan orang dengan gangguan jiwa itu orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang akhirnya terbentuk menjadi sebuah gejala atau perubahan perilaku yang sehingga menghambat keberfungsian dari individu tersebut," lanjutnya.

Menurut Annisa, penting untuk memilih sumber yang kredibel dalam mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri gangguan psikologis dan perlu berhati-hati dan bijak dalam menerima informasi dari media sosial, terlebih bila sumbernya tak tertera dengan jelas.

"Sebenarnya kita juga bisa melihat nih kira-kira ada stres, tekanannya sudah tidak bisa kita atasi, atau misalnya kita merasa tidak kenal dengan diri kita sendiri, merasa tidak produktif, bermasalah dengan orang lain, itu semua sebenarnya sudah bisa jadi tanda-tanda ada kondisi psikologis tertentu nih yang perlu kita atasi," ujarnya.

Meski begitu, ia tetap menekankan bahwa yang bisa membedakan apakah kondisi atau perilaku seseorang adalah benar merupakan gangguan masalah mental hanyalah profesional, seperti psikolog atau psikiater.




(naf/naf)

Berita Terkait