Saat berpuasa, seseorang diwajibkan menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam. Hal ini membuat sebagian orang mungkin kalap saat berbuka puasa atau makan berlebihan, bahkan ada yang menyebut buka puasa sebagai ajang balas dendam.
Padahal, makan yang terlalu banyak dalam satu waktu bisa berdampak buruk pada kesehatan, lho.
Menurut ahli gizi, Mifta Novikasari, SP, MKM berbuka puasa memiliki aturan yang perlu dilakukan oleh umat muslim agar terhindar dari gangguan kesehatan. Salah satunya dengan mengatur pola makan saat berbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, makan dalam porsi cukup saja, tidak berlebihan. Pada saat adzan, kita batalkan dengan minum air, kemudian kurma, dan bisa juga pakai susu," kata Mifta Novikasari, SP, MKM ketika ditemui detikcom di kawasan Jakarta pada Senin (10/4/2023).
Saat berbuka puasa, sebaiknya diawali dengan mengkonsumsi air putih. Hal ini disebabkan karena tubuh kehilangan cadangan energi yang secara otomatis mengakibatkan kadar darah glukosa tubuh kita menjadi turun.
Mifta juga menambahkan, berbuka puasa diperbolehkan untuk mengonsumsi buah atau jus buah tanpa gula. Setelah melaksanakan sholat magrib, bisa dilanjutkan dengan makan-makanan yang mengandung gizi seimbang dan sehat.
"Gizi piringku itu sepertiga itu adalah makanan pokok, biasanya nasi atau kentang. Kemudian sepertiga lainnya adalah sayur-sayuran, ini sumber vitamin, mineral, dan serat. Selanjutnya, sepertiga dibagi dua yaitu lauk dan buah-buahan," tutupnya.
Memperhatikan pola makan yang sehat selain memberikan kesehatan bagi tubuh, hal ini memberikan manfaat juga bagi ibadah puasa. Penting diingat, untuk tidak mengkonsumsi makanan pedas saat berbuka karena menyebabkan diare dan dehidrasi. Selain itu, usahakan untuk membatasi kafein dan minuman soda karena mengandung diuretik yang membuat lebih sering buang air kecil.
(suc/suc)











































