Ukuran penis kerap kali dijadikan semacam ajang di antara lelaki. Semakin besar ukurannya, seseorang dikatakan lebih 'jantan' dari yang lainnya. Padahal, hal ini tidak selalu benar. Sebuah penelitian bahkan menyebut pria suka melebih-lebihkan ukuran penis mereka.
Para ilmuwan asal Denmark telah menemukan bahwa rata-rata pria memperbesar panjang kejantanan mereka, menambah sekitar seperlima dari panjang sebenarnya. Selain itu, mereka juga menambahkan beberapa sentimeter pada tinggi badan mereka.
Dikutip dari New York Post, dalam studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology, para peneliti menyelidiki apakah rata-rata pria akan melebih-lebihkan penanda tubuh tertentu yang berkaitan dengan maskulinitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka meminta 200 pria dari usia 18 hingga 35 tahun untuk melaporkan sendiri atribut fisik yang sering dikaitkan dengan kejantanan, seperti tinggi badan, berat badan, dan ukuran penis. Kemudian, peserta diminta mereferensikan tanggapan mereka dengan rata-rata nasional di setiap kategori.
Setelah melakukan perhitungan, para peneliti menemukan bahwa peserta rata-rata mengeklaim bahwa mereka memiliki ukuran penis 18 cm, ini 21,1 persen lebih besar dari rata-rata panjang penis laki-laki Denmark, yakni 13 cm.
Selain itu, hasil ini mengecualikan peserta yang langsung berbohong tentang ukuran penis mereka, termasuk beberapa yang bersikeras bahwa organ intim mereka melebihi 33 cm saat ereksi. Ketika dilakukan penelitian, seorang pria bahkan mengeklaim bahwa penisnya berukuran 50 kali lebih besar dari penis gajah dewasa.
Menariknya, uang tampaknya menjadi faktor dalam pemalsuan ini. Responden dibayar $5 atau $22 dolar, yakni sekitar Rp73 ribu atau Rp485 ribu, untuk partisipasi mereka. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang dibayar lebih banyak tidak melebih-lebihkan ukuran mereka.
Studi tersebut juga mengungkap bahwa pria rata-rata menambahkan beberapa sentimeter pada tinggi badan mereka dan mengurangi beberapa kilogram berat badan mereka.
Mereka pun menyimpulkan bahwa laki-laki memiliki kecenderungan untuk memutarbalikkan fakta fisik mereka karena "laki-laki dan, sampai batas tertentu perempuan, tampaknya menyamakan lebih besar dengan lebih baik dalam hal penanda maskulinitas laki-laki," tulis mereka dalam penelitian laporan.
Pada akhirnya, tidak begitu mengejutkan bahwa peserta akan membesar-besarkan penanda masukulinitas mereka. Namun, para ilmuwan menyebut penelitian mereka signifikan karena berhasil menunjukkan betapa umumnya hal ini dilakukan.
(kna/kna)











































