10 Penyebab Keputihan Pada Wanita dan Arti Warnanya, Apakah Bahaya?

10 Penyebab Keputihan Pada Wanita dan Arti Warnanya, Apakah Bahaya?

Kholida Qothrunnada - detikHealth
Rabu, 07 Jun 2023 18:45 WIB
10 Penyebab Keputihan Pada Wanita dan Arti Warnanya, Apakah Bahaya?
Foto: Getty Images/Patcharanan Worrapatchareeroj
Jakarta -

Keputihan adalah kondisi saat ada cairan bening atau agak putih yang keluar dari vagina. Keputihan bisa disebut sebagai cairan/lendir yang menjaga vagina tetap bersih dan lembab yang juga melindungi vagina dari infeksi.

Dalam artikel ini, akan dikupas berbagai penyebab keputihan pada wanita secara umum. Simak ulasannya di bawah ini.

Penyebab Keputihan

Sebagian besar, keputihan dihasilkan dari sel dan bakteri yang dikeluarkan dari rahim vagina. Namun, penyebab keputihan juga terjadi akibat beberapa kemungkinan infeksi yang harus diwaspadai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, berikut merupakan beberapa penyebab keputihan pada wanita:

1. Hormon

Kebanyakan wanita dan anak perempuan mengalami keputihan secara alami dan ini adalah hal normal. Hal ini bisa terjadi sepanjang siklus menstruasi.

ADVERTISEMENT

Dilansir laman Healthline, keputihan merupakan bagian fungsi tubuh yang sehat akibat adanya perubahan alami kadar estrogen. Keputihan normal adalah keputihan yang tidak berbau kuat, berwarna bening/putih, licin, dan basah.

2. Infeksi Jamur Vagina

Infeksi jamur vagina terjadi ketika jamur candida, tumbuh di luar kendali di vagina. Hal tersebut akan menghasilkan keputihan yang kental, putih, mirip seperti keju cottage.

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur mungkin akan membuat vagina membengkak, gatal, dan jika melakukan seks mungkin menyakitkan.

3. Bakteri Vaginosis (BV)

Vaginosis bakteri merupakan penyebab keputihan yang terjadi karena terlalu banyak bakteri tertentu di vagina. Hal ini bisa ditularkan melalui kontak seksual (namun tidak selalu).

Orang dengan BV biasanya memiliki cairan keputihan berwarna putih atau abu-abu, berbau busuk ,dan amis. Keputihan ini bisa diobati dengan antibiotik.

4. Gonore dan Klamidia

Gonore dan klamidia merupakan dua infeksi menular seksual (IMS) umum yang bisa didapatkan melalui berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi.

Kedua infeksi tersebut diobati dengan antibiotik dari dokter atau penyedia layanan kesehatan. Umumnya, orang dengan infeksi ini mengalami akan keputihan yang berwarna, keruh, kuning, atau hijau.

Apabila tidak diobati, infeksi bisa menyebar dan menyebabkan penyakit radang panggul beserta nyeri panggul.

5. Trikomoniasis

Trikomoniasis termasuk jenis infeksi lain akibat parasit yang menyebabkan keputihan tak normal. Infeksi ini umumnya menyebar melalui konteks seksual, dan ada juga yang bisa ditularkan dari handuk atau pakaian renang.

6. Bulu Kemaluan

Penyebab keputihan kental dan bau menyengat yaitu IMS dari bulu kemaluan. Terutama setelah berhubungan seks, yang membuat luka dan lecet ruam muncul di sekitar alat kelamin bersamaan dengan perdarahan dan sensasi terbakar saat buang air kecil.

7. Memakai Pakaian Dalam Ketat

Disebutkan dalam laman Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, memakai pakaian dalam yang ketat juga termasuk penyebab munculnya keputihan. Pasalnya, pakaian dalam yang ketat bisa membuat vagina berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur

8. Gairah Seksual

Penyebab keputihan tidak selalu akibat infeksi. Perubahan keseimbangan normal bakteri sehat di vagina, dan gairah seksual juga bisa menjadi penyebab keputihan.

9. Kebersihan Vagina

Penyebab seringnya keputihan bisa jadi karena kurang menjaga kebersihan vagina.

10. Penyebab Lainnya

Disebutkan dalam Mayo Clinic, penyebab lain dari keputihan yang tidak biasa, di antaranya:

  • Praktik kebersihan tertentu. Contohnya, douching atau menggunakan semprotan maupun sabun beraroma pada vagina
  • Kehamilan
  • Atrofi vagina (disebut juga syndrome genitourinary menopause)
  • Kanker vagina
  • Fistula vagina
  • Kanker serviks (tapi sangat jarang perubahan keputihan menjadi tanda kanker)

Arti Warna Keputihan

Jumlah, perubahan konsistensi, tekstur, warna, dan bau keputihan bisa mengindikasikan tanda adanya masalah maupun infeksi.

Dilansir laman Cleveland Clinic, berikut ini arti warna keputihan pada wanita:

1. Bening atau Putih

Keputihan normal adalah keputihan yang berwarna bening, putih, atau putih pudar. Jika keputihan berwarna putih, tapi tampak lebih kental dari biasanya dan menyebabkan gatal, bisa jadi adalah infeksi jamur.

2. Kuning, Hijau, atau Abu-abu

Keputihan yang berbahaya itu berwarna kuning, hijau, atau abu. Pasalnya, warna tersebut bisa menunjukkan adanya infeksi bakteri atau IMS.

Beberapa infeksi IMS dapat menyebabkan perubahan pada keputihan. Dalam hal ini, IMS bisa membahayakan kesehatan tubuh seseorang dan orang lain.

3. Coklat atau Merah

Biasanya, keputihan berwarna coklat atau merah berhubungan dengan menstruasi yang tidak teratur, maupun dari kehamilan (pendarahan implantasi). Jika ada cairan berwarna coklat atau merah dan itu bukan menstruasi, bisa jadi itu mungkin mengindikasikan adanya masalah.

Keputihan berwarna kecoklatan atau bercak darah bisa menjadi tanda dari kanker serviks. Namun, hal ini jarang terjadi.

Apakah Bahaya Jika Sering Keputihan?

Pada dasarnya, keputihan itu normal. Bahkan, keputihan bisa membantu untuk melumasi, membersihkan, dan membantu melawan bakteri jahat dan infeksi pada vagina.

Keputihan yang normal itu adalah berwarna bening/putih, tidak berbau, dan kekentalannya bisa berubah sepanjang siklus menstruasi.

Jumlah debit keputihan bisa bervariasi. Biasanya dalam periode kehamilan, wanita bisa mengalami keputihan yang lebih banyak. Jika seseorang aktif secara seksual atau jika menggunakan alat kontrasepsi, bisa menjadi penyebab sering munculnya keputihan.

Kapan Harus Ke Dokter?

Jangan mendiagnosis diri sendiri untuk mengklaim apakah keputihan kamu menjadi tanda masalah atau infeksi. Temui dokter jika khawatir, dokter akan memastikan kondisinya.

Segeralah temui dokter atau penyedia layanan kesehatan jika keputihan kamu memiliki tanda-tanda berikut ini:

  • Keputihan berwarna kehijauan, kekuningan, kental (seperti keju)
  • Bau vagina yang kuat dan berbau busuk
  • Vagina dan area yang mengelilingi vagina (vulva) terasa gatal, terbakar, atau iritasi
  • Ada perubahan warna pada jaringan vagina, yang mungkin berwarna merah, ungu, atau coklat
  • Adanya pendarahan atau bercak di luar periode menstruasi

Itu tadi penjelasan seputar penyebab keputihan pada wanita lengkap dengan arti warna keputihan yang penting untuk diketahui.

Sekarang, detikers jadi tahu bukan, kalau keputihan pada wanita bisa jadi tanda apa saja?




(khq/inf)

Berita Terkait